Beranda Palembang Perkuat Gizi Anak, TP PKK Palembang Salurkan Makanan Tambahan Olahan Ikan untuk...

Perkuat Gizi Anak, TP PKK Palembang Salurkan Makanan Tambahan Olahan Ikan untuk Balita

14
0

VENEWS Upaya menekan angka stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak terus dilakukan Pemerintah Kota Palembang. Salah satunya melalui program Pemberian Makanan Tambahan Olahan Ikan pada Posyandu (PAMTOIP) Tahun 2026.

Program tersebut resmi dibuka Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang, Hj Dewi Sastrani, di Posyandu Wijaya Kusuma, Jalan Swadaya Murni, Kecamatan Sako, Kamis (24/9/2026).

Sebanyak 67 balita menerima paket makanan tambahan berbahan olahan ikan yang memiliki kandungan nutrisi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Dewi Sastrani mengatakan, PAMTOIP tidak hanya ditujukan untuk memberikan makanan tambahan kepada balita, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran keluarga mengenai pentingnya pemenuhan gizi anak.

Menurutnya, program tersebut sekaligus mendukung Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN), terutama dengan membiasakan anak mengonsumsi ikan sejak usia dini.

“Melalui PAMTOIP, kita ingin membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan sejak dini lewat penyajian yang menarik, aman, bergizi, dan disukai anak,” ujar Dewi Sastrani.

Ia menjelaskan, pemenuhan gizi pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas tumbuh kembang anak.

Ikan, kata Dewi, memiliki kandungan protein berkualitas, asam lemak omega-3 seperti DHA dan EPA, vitamin, serta mineral yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan pertumbuhan fisik anak.

“Periode emas anak harus kita jaga bersama. Pemenuhan gizi yang baik sejak dini merupakan investasi penting untuk mendukung tumbuh kembang anak di masa depan,” katanya.

Dewi juga mengapresiasi keterlibatan Dinas Perikanan Kota Palembang, kader Posyandu, tenaga kesehatan, serta masyarakat dalam pelaksanaan program PAMTOIP.

Menurutnya, upaya mencetak generasi yang sehat dan cerdas tidak dapat dilakukan pemerintah secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader di lapangan, hingga keluarga sebagai lingkungan terdekat anak.

“Kolaborasi semua pihak sangat penting. Pemerintah menyiapkan program dan kebijakan, sementara kader, tenaga kesehatan dan keluarga menjadi bagian penting dalam memastikan program tersebut memberikan manfaat bagi anak-anak,” ujarnya.

Melalui pelaksanaan PAMTOIP, Dewi berharap kebiasaan mengonsumsi ikan dan menerapkan pola hidup sehat semakin tumbuh di tengah masyarakat.

Ia juga berharap program tersebut dapat menjadi salah satu langkah berkelanjutan dalam mendukung upaya pencegahan stunting sekaligus mewujudkan generasi Palembang yang sehat dan berkualitas.

“Semoga budaya makan ikan dan pola hidup sehat semakin membudaya di tengah masyarakat, sehingga kita dapat bersama-sama mewujudkan Palembang Berdaya dan Palembang Sejahtera yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)

Artikulli paraprakPemkot Palembang Perkuat Evaluasi Realisasi Anggaran melalui SIEPRA
Artikulli tjetërForum Anak Kota Palembang Periode 2026–2028 Resmi Dikukuhkan, ini pesan Pj Sekda Palembang

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini