VENEWS – Ancaman banjir di puncak musim hujan disikapi dengan gerak cepat.
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang tancap gas melakukan normalisasi saluran air dan anak sungai secara masif di 18 kecamatan se-Kota Palembang.terpantau, Senin (26/10/2026), puluhan pekerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang berjibaku di lapangan.
Dengan alat, mereka mengeruk lumpur tebal, mengangkut tumpukan sampah, dan melebarkan drainase yang selama ini menjadi biang kerok genangan.
Langkah siaga total ini merupakan instruksi langsung Wali Kota Palembang Ratu Dewa untuk memastikan sistem drainase berfungsi 100 persen saat intensitas hujan meningkat.
Kepala Dinas PUPR Kota Palembang Ir. Yudha Fardyansah, ST., MT., IPM., ASEAN Eng., menegaskan, ada dua musuh utama saluran air di Palembang, pendangkalan akibat sedimentasi dan penyumbatan akibat sampah rumah tangga.
“Kita tidak menunggu banjir datang. Seluruh alat berat dan pekerja kita turunkan untuk normalisasi. Dari parit lingkungan, drainase sekunder, hingga anak-anak sungai utama kita keruk semua,” tegasnya.
Selain normalisasi, Pemkot Palembang juga mengoptimalkan senjata lain lawan banjir, yakni Kolam Retensi di titik rawan banjir diperdalam dan dibersihkan agar daya tampungnya kembali maksimal.
Secara edukatif, kolam retensi ini berfungsi sebagai tandon raksasa. Ia menahan dan menyimpan debit air hujan dalam jumlah besar untuk sementara waktu, sebelum dialirkan secara bertahap ke Sungai Musi.
Dengan begitu, risiko luapan di kawasan padat penduduk bisa ditekan, terlebih untuk warga, stop buang sampah ke got,Pemkot menegaskan, secanggih apapun alat berat, normalisasi akan sia-sia jika warga masih buang sampah sembarangan.
“Normalisasi akan sia-sia jika masyarakat masih buang sampah sembarangan. Satu kantong plastik saja bisa menyumbat aliran dan menyebabkan satu kawasan tergenang. Mari jaga bersama,” imbaunya.
Tidak cukup disitu untuk mengajak masyarakat menjaga lingkungan, edukasi pun digencarkan melalui Camat, Lurah, hingga RT/RW.
Warga diminta aktif menjaga selokan depan rumah masing-masing.Dengan kesiapsiagaan infrastruktur dan kesadaran warga, Pemkot Palembang optimistis puncak musim hujan tahun ini bisa dilewati tanpa banjir besar.(ril)








