VENEWS — Puluhan anggota komunitas Palembang Good Guide mendatangi Kantor Ledeng, bangunan peninggalan kolonial Belanda yang kini difungsikan sebagai pusat Pemerintahan Kota Palembang, Minggu (30/8/2026).
Kedatangan 81 anggota komunitas tersebut bukan untuk berorasi, melainkan untuk belajar dan mengenal salah satu situs bersejarah di Palembang.
Bangunan ini dulunya berfungsi sebagai menara air bersih yang dilengkapi tandon atau reservoir besar di bagian atas, serta kantor administrasi pengelolaan air di lantai bawahnya.
Kegiatan bertema “Walking Tour Merdeka atau Mati” ini dimulai dari titik nol Kota Palembang di Air Mancur, kemudian berlanjut menuju Kantor Wali Kota Palembang.
Rombongan disambut langsung oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Palembang, Akhmad Bastari.
Dalam sambutannya, Akhmad Bastari mengapresiasi langkah komunitas Palembang Good Guide yang konsisten menghidupkan kecintaan terhadap sejarah lokal melalui kegiatan edukatif.
“Kegiatan hari ini bukan sekadar berjalan kaki menyusuri rute dari Masjid Agung menuju Kantor Wali Kota Palembang atau yang kita kenal sebagai Kantor Ledeng. Lebih dari itu, langkah kaki kita hari ini adalah sebuah upaya napak tilas yang sarat makna,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan ini sekaligus mengenang detik-detik penting proklamasi kemerdekaan di Palembang yang dikumandangkan pada 25 Agustus 1945 di Kantor Wali Kota.
“Pemerintah Kota Palembang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada komunitas Palembang Good Guide yang secara konsisten dan kreatif terus menghidupkan kecintaan terhadap sejarah lokal melalui kegiatan edukatif seperti ini,” kata Akhmad Bastari.
Salah satu yang menjadi perhatian peserta adalah lantai bawah Kantor Ledeng. Di area tersebut terdapat dua tangga kembar menuju lantai dua, serta deretan foto-foto Wali Kota Palembang dari masa ke masa yang dapat dilihat langsung oleh peserta.
Bagi peserta, melihat langsung aura dan arsitektur di dalam Kantor Ledeng menjadi pengalaman berbeda dalam memahami sejarah pemerintahan di Palembang.
Akhmad Bastari berharap kegiatan seperti ini dapat menumbuhkan rasa memiliki pada generasi muda terhadap warisan kota.
“Maka dari itu bagi generasi muda kita untuk mengenal akar identitas mereka, agar tumbuh rasa memiliki, kebanggaan, dan tanggung jawab untuk menjaga serta merawat warisan budaya dan sejarah kota kita,” pungkasnya.(ril)








