VENEWS – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 di Dapil 1 Kota Palembang, Selasa (7/7/2026).

Wilayah yang dikunjungi meliputi Bukit Kecil, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Gandus, Jakabaring, Plaju, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, dan Kertapati.
Di Kecamatan Plaju, kegiatan yang dipusatkan di wilayah Plaju Ilir ini dibuka Camat Plaju, Bambang Andrianto.
Ia mengajak warga menyampaikan aspirasi secara langsung kepada wakil rakyat.Warga Soroti Keamanan Sekolah dan InfrastrukturKetua RT 30, Edi Purwanto, menjadi salah satu warga yang menyampaikan aspirasi.
Ia meminta dibuatkan zona keselamatan anak sekolah berupa rambu zebra cross di depan sekolah yang berada di pinggir jalan.
“Sekolah ini berada di pinggir jalan dan juga pemisah jalan antara jalur kanan dan kiri dari Sungai Gerong. Kami khawatir dengan keselamatan anak-anak,” ujarnya.
Edi juga menyoroti kondisi drainase yang mudah tergenang saat hujan serta lampu penerangan jalan yang mati total di sejumlah titik.
Ia menambahkan, di depan SDN 225 belum tersedia saluran got.Keluhan Posyandu, Komite Sekolah, dan Bedah RumahKetua RW MBG, Dedy Kurniawan, menyampaikan keluhan terkait layanan kesehatan dasar.
Menurutnya, di Plaju belum ada Posyandu dan insentif untuk kader Posyandu juga belum diterima.Warga lainnya juga menyoroti biaya komite di SMA Negeri yang dinilai lebih mahal dibanding sekolah swasta.
Selain itu, warga mengeluhkan program bedah rumah yang setelah selesai justru memicu kenaikan PBB.Perwakilan PKK meminta bantuan berupa bibit tanaman untuk apotik hidup serta bantuan baju seragam PKK tingkat kelurahan.
Tanggapan Anggota DPRD SumselMenanggapi keluhan pungutan komite sekolah, Romiana Hidayati, anggota DPRD Provinsi Sumsel, menjelaskan bahwa komite sekolah hanya boleh menerima sumbangan, bukan pungutan yang jumlahnya ditentukan.Senada, Chairul S. Matdiah menegaskan sekolah yang masih memungut dana komite akan ditindak tegas.
“Sekolah tidak boleh menetapkan dan meminta dana komite,” katanya.
Sementara itu, terkait insentif Posyandu, Romiana Hidayati menyampaikan hingga saat ini pencairannya belum keluar.Reses ini menjadi bagian dari upaya DPRD Sumsel menjaring aspirasi masyarakat secara langsung untuk kemudian diperjuangkan dalam program pembangunan daerah.(ril)







