VENEWS – Minimnya akses listrik masih menjadi persoalan serius di Kabupaten Bengkulu Utara. Kondisi ini terjadi di empat kecamatan, yakni Napal Putih, Padang Jaya, Air Napal, dan Pinang Raya, sehingga pemerataan jaringan listrik dinilai perlu segera menjadi prioritas pemerintah.
Ratusan kepala keluarga di sejumlah wilayah tersebut masih menghadapi keterbatasan penerangan. Sebagian masyarakat bahkan masih mengandalkan lampu minyak tanah maupun genset yang membutuhkan biaya cukup besar untuk operasional sehari-hari.
DPRD Bengkulu Utara mendorong pemerintah segera merealisasikan program Listrik Desa (Lisdes) guna menjawab kebutuhan dasar masyarakat. Dorongan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara terkait percepatan pemerataan akses listrik.
Wakil Ketua I DPRD Bengkulu Utara, Ichram Nurhidayah, ST, menegaskan keberhasilan program Lisdes membutuhkan sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah, PLN, perangkat daerah, camat, hingga kepala desa harus bersama-sama memastikan program tersebut tepat sasaran.
“Penting adanya komitmen bersama dan sinergi lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, pihak PLN, camat hingga kepala desa dalam mendukung program kelistrikan ini,” ujar Ichram.
Menurutnya, listrik bukan lagi kebutuhan sekunder, melainkan kebutuhan pokok yang berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi, pendidikan, akses informasi, dan pelayanan publik masyarakat pedesaan. Ketimpangan akses listrik juga dapat menghambat peningkatan kesejahteraan warga.
DPRD meminta program Lisdes tidak berhenti pada rapat dan perencanaan. Pemerintah perlu menyiapkan anggaran, perencanaan teknis, serta mengawal pembangunan jaringan hingga wilayah pelosok agar pemerataan energi benar-benar dirasakan masyarakat.
“Semoga dengan adanya rakor yang digelar pemerintah daerah, krisis listrik di Bengkulu Utara yang menjadi kebutuhan utama masyarakat ini dapat segera teratasi,” harap Ichram.(Eren/ADV)







