Beranda Palembang Tangkal Hoaks, Dewi Sastrani Ajak Pustakawan Jadi Garda Terdepan Literasi Informasi

Tangkal Hoaks, Dewi Sastrani Ajak Pustakawan Jadi Garda Terdepan Literasi Informasi

4
0

VENEWS Derasnya arus informasi di era digital menuntut masyarakat untuk semakin cerdas dan kritis dalam memilah informasi.

Tanpa kemampuan menyaring dan mengevaluasi informasi, masyarakat rentan terjebak berita bohong (hoaks) hingga kesalahan dalam memanfaatkan data yang beredar di ruang digital.

Karena itu, peningkatan literasi informasi dinilai menjadi kebutuhan penting untuk membangun masyarakat yang cerdas, kritis, dan mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

Hal tersebut disampaikan Ketua TP PKK sekaligus Bunda Literasi Kota Palembang, Hj Dewi Sastrani, saat membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi Perpustakaan Kota Palembang Tahun 2026 di Ruang Audio Visual Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Palembang, Senin (2/11/2026).

Dalam kesempatan itu, Dewi menekankan bahwa kegiatan Bimtek tidak boleh hanya menjadi agenda peningkatan kapasitas peserta, tetapi juga harus melahirkan agen-agen literasi yang mampu mengedukasi masyarakat di lingkungan masing-masing.

Ia berharap para peserta, mulai dari pustakawan hingga pengelola pojok baca, dapat mengambil peran aktif dalam membangun budaya literasi, sekaligus menjadi penggerak perubahan di tengah masyarakat.

Menurutnya, kemampuan mengolah informasi perlu diperkenalkan kepada seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, ibu-ibu di lingkungan RT/RW, kalangan remaja, hingga para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita ingin mewujudkan masyarakat Kota Palembang yang tidak hanya sekadar bisa membaca, tetapi masyarakat yang literat—masyarakat yang kritis, kreatif, dan komunikatif,” tegas Dewi.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengubah paradigma masyarakat dalam memandang keberadaan perpustakaan.

Perpustakaan tidak boleh lagi dianggap sekadar bangunan penyimpanan buku, melainkan harus berkembang menjadi ruang pembelajaran, pengembangan kreativitas, dan pusat informasi bagi masyarakat.

“Perpustakaan masa kini adalah pusat peradaban, pusat inovasi, dan jantung literasi masyarakat,” ujar Dewi.

Dia menambahkan, literasi informasi saat ini bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap warga.

Masyarakat tidak cukup hanya mampu menemukan informasi, tetapi juga harus memiliki kecakapan untuk memeriksa kebenaran, menilai keakuratan, serta menggunakannya secara bertanggung jawab.

Kemampuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari, baik untuk meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas wawasan, maupun mendorong kemajuan ekonomi masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Dewi juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) serta Gubernur Sumatera Selatan melalui Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan atas dukungan pengembangan perpustakaan di Kota Palembang.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui bantuan buku, mebeler, dan perangkat komputer bagi perpustakaan kelurahan serta Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Palembang.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota menjadi bagian penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap sumber pengetahuan dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan. (*)

Artikulli paraprakTindak Lanjuti SE Kapolri, Polres Bengkulu Utara Terapkan Larangan Vape

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini