VENEWS – DPD Yayasan Antisipasi Gugus Narkotika Nusantara Provinsi Sumsel bersama BNNP Sumsel, Dit Narkoba Polda Sumsel, dan Kecamatan Kemuning menggelar sosialisasi massal anti narkotika.
Acara bertema “17 Agustus” dengan dress code merah putih ini berlangsung di Aula Kantor Camat Kemuning, Rabu (26/08/2026).
Kegiatan ini dihadiri Sekcam, perwakilan 6 kelurahan, Ketua RT, Ketua RW, serta ratusan masyarakat Kota Palembang.
Ketua DPD YGANN Sumsel, Sri Harmilawati, menegaskan tujuan utama kegiatan ini adalah menyelamatkan generasi penerus dari bahaya laten narkoba.
“Dalam menyelamatkan anak bangsa yang bersih dari narkotika sesuai asta cita Bapak Presiden, maka gelaran acara ini kami gelar. Kami berharap generasi penerus bangsa dapat terhindar dari bahaya narkoba,” ujar Sri.
Camat Kemuning, Sandi Amirudin, ST, menyambut baik sosialisasi tersebut. Ia menyebut Kecamatan Kemuning dengan 3 ribu jiwa penduduknya rentan jika dibiarkan tanpa edukasi.
“Kegiatan penyuluhan anti narkoba ini kami sambut dengan senang dan akan kami jadikan kegiatan rutin di kecamatan. Semoga masyarakat tercerahkan dan mendapatkan ilmu, terkhusus pencegahan bahaya narkoba,” kata Sandi.
“Kalau masyarakat didiamkan bisa menjadi salah arah. Dengan adanya YGANN yang menghadirkan narasumber kompeten, kami sangat mendukung. Di era sekarang bentuk narkoba sudah dikemas dalam makanan atau permen. Bahaya narkoba di darah Kemuning bisa dan mampu ditekan,” tambahnya.
Koordinator P2M BNNP Sumsel, Marwan, membeberkan data memprihatinkan. Sumsel saat ini berada di urutan ke-2 secara nasional dalam kasus narkotika.
“Pencegahan narkotika tidak dapat hanya dilakukan oleh BNN saja tapi harus berkolaborasi bersama pihak lain. Karena narkoba bukan hal biasa tapi hal yang luar biasa maka harus kita pikirkan bersama. Narkotika bukan wacana tapi menjadi pandemi yang sangat mengerikan. Jaga diri, keluarga, serta lingkungan kita,” tegas Marwan.
Senada, Dit Narkoba Polda Sumsel yang diwakili Muhammad Marabang menyampaikan keprihatinan. Ia menyebut kondisi pengguna narkoba saat ini sudah darurat.
“Pengguna narkoba ini cukup mengkhawatirkan untuk saat ini dan boleh dibilang darurat. Akan muncul ancaman kekerasan. Kita cukup prihatin karena sudah sampai ke anak-anak. Dulu narkoba itu untuk kalangan ke atas tapi sekarang sudah tidak mengenal kalangan,” ujarnya.
Ia menekankan, “Narkoba diberantas harus dimulai dari keluarga dulu. Dalam pemaparannya, perwakilan BNNP Sumsel, Dempi, mengungkap modus peredaran narkoba terbaru yang sangat meresahkan.
“Ada 3 jenis utama: sabu, ekstasi berupa permen warna kuning dan biru, ada juga berupa boneka panda berwarna pink, dan ganja yang berubah jadi tembakau gorila serta rokok sinte. Narkotika terbaru jenis plaka ada kandungan sabu dan heroin,” jelas Dempi.Ia memperingatkan efek dari narkoba jenis baru tersebut. “Reaksinya setelah mengkonsumsi mengubah manusia menjadi zombie,” pungkasnya. (Rinjani)







