VENEWS – Suasana pelatihan di Beston Hotel Palembang tampak berbeda. Ratusan petani tak hanya duduk menyimak materi, tetapi aktif berdiskusi, mencoba alat praktik, hingga turun langsung ke lapangan. Sebanyak 128 petani asal Kabupaten Musi Rawas mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang digelar pada 28 Juli–2 Agustus 2026.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026, hasil kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Ditjenbun), dan IPB Training.
Para peserta dibagi dalam empat angkatan (XVII–XX) dan dibekali materi komprehensif, mulai dari regulasi hingga praktik teknis di lapangan. Sejumlah pejabat turut hadir dalam pembukaan, di antaranya Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Perkebunan Sumsel Herlan Kagami, Kepala Dinas Perkebunan Musi Rawas Kgs. M. Effendi Fery, serta perwakilan BPPSDMP dan Ditjenbun.
Pelatihan ini tidak sekadar teori. Peserta diajak memahami langsung proses budidaya sawit modern berbasis Good Agricultural Practices (GAP). Hari demi hari, materi disusun bertahap, mulai dari pengenalan program, pemilihan benih unggul, hingga teknik pembibitan melalui sistem Pre Nursery (PN) dan Main Nursery (MN).
Memasuki sesi praktik, peserta tampak antusias mencoba teknik pemindahan bibit menggunakan alat sederhana berbahan paralon. Mereka juga melakukan uji pH tanah dengan kertas lakmus untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan.
“Praktik langsung seperti ini membuat kami lebih paham. Tidak hanya teori, tapi tahu cara menerapkannya di kebun,” ujar salah satu peserta.
Materi berlanjut ke pengolahan lahan, pengajiran, hingga teknik penanaman yang tepat. Pada hari berikutnya, peserta mendalami pemeliharaan tanaman, pengendalian gulma, hingga penggunaan alat semprot (knapsack sprayer) melalui praktik kalibrasi.
Tak kalah penting, peserta juga dibekali pengetahuan pemupukan yang tepat. Mereka belajar mengenali kualitas pupuk hingga memahami kebutuhan unsur hara tanaman. Selain itu, materi pengendalian hama dan penyakit menjadi bekal penting untuk menjaga produktivitas kebun.
Puncak kegiatan berlangsung saat kunjungan lapang ke PT Dutareka Mandiri. Di lokasi ini, peserta melihat langsung praktik budidaya mulai dari pembibitan, tanaman belum menghasilkan (TBM), hingga tanaman menghasilkan (TM).
Mereka juga diajak melakukan kastrasi, pemangkasan (pruning), hingga sortasi tandan buah segar (TBS) berdasarkan tingkat kematangan. Pengalaman ini menjadi momen yang paling dinanti karena memberikan gambaran nyata dunia perkebunan modern.“Di sini kami benar-benar belajar dari kebun, bukan hanya dari kelas,” kata peserta lainnya.
Pelatihan ditutup dengan materi integrasi usaha perkebunan dan penguatan pengendalian hama penyakit. Melalui pendekatan teori, praktik, dan pengalaman lapangan, program ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi petani secara menyeluruh.
Dengan bekal tersebut, para petani diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil kebun, sekaligus mendorong pengelolaan sawit yang lebih efisien dan berkelanjutan di Kabupaten Musi Rawas.(RIL)








