VENEWS Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang menerima hibah lahan Makam Bersejarah Sabokingking dari pihak zuriat (keturunan) untuk dikelola dan dikembangkan sebagai bagian dari upaya pelestarian cagar budaya sekaligus pengembangan wisata religi di Kota Palembang.
Hibah lahan tersebut dinilai menjadi terobosan baru dalam pelestarian situs bersejarah, karena untuk pertama kalinya zuriat secara sukarela menyerahkan pengelolaan makam bersejarah kepada pemerintah daerah.
Asisten I Sekretariat Daerah Kota Palembang, Sulaiman Amin, mengapresiasi langkah para zuriat yang dinilai menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga warisan sejarah Kota Palembang.
“Kami sangat mengapresiasi keikhlasan para zuriat yang telah menghibahkan pengelolaan lahan Makam Sabokingking kepada Pemerintah Kota Palembang. Ini merupakan sebuah terobosan baru dan pertama kali terjadi, di mana zuriat secara sukarela menyerahkan pengelolaan makam bersejarah kepada pemerintah,” ujar Sulaiman.
Menurutnya, langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi pengelola maupun zuriat makam-makam bersejarah lainnya di Kota Palembang agar bersama-sama mendukung pelestarian cagar budaya.
“Kami berharap apa yang dilakukan zuriat Makam Sabokingking dapat menjadi inspirasi bagi pengelola makam bersejarah lainnya. Sinergi seperti ini sangat penting untuk menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah yang dimiliki Kota Palembang,” katanya.
Sulaiman menjelaskan, hibah lahan tersebut sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Palembang di bawah kepemimpinan Wali Kota Ratu Dewa dan Wakil Wali Kota Prima Salam dalam menjaga aset sejarah dan budaya daerah.
Ke depan, Pemkot Palembang berencana merevitalisasi Makam Sabokingking bersama sejumlah makam bersejarah lainnya agar berkembang menjadi destinasi wisata religi yang representatif.
“Program kami adalah merevitalisasi makam-makam bersejarah agar tidak hanya terjaga nilai sejarahnya, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata religi yang mampu menarik wisatawan,” jelasnya.
Ia menambahkan, pengembangan kawasan wisata religi diyakini akan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat sekitar, baik dari sisi pelestarian budaya maupun peningkatan perekonomian.
“Dengan berkembangnya wisata religi, kami berharap akan tercipta titik-titik pertumbuhan ekonomi baru. Masyarakat sekitar dapat merasakan manfaatnya melalui meningkatnya aktivitas ekonomi dan sektor pariwisata di Kota Palembang,” pungkas Sulaiman. (*)








