VENEWS Â Kota Palembang resmi dalam status darurat kebakaran lahan. Menghadapi lonjakan karhutla yang meledak hingga 500 persen, Wali Kota Palembang Drs. H. Ratu Dewa, M.Si. mengambil langkah super cepat dengan menetapkan Status Siaga Bencana.
Penetapan status siaga itu dilakukan Rabu (29/7/2026) bersamaan dengan pembentukan dua pasukan khusus: Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Tim Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna).
Wali Kota Ratu Dewa menegaskan, situasi saat ini tidak bisa dianggap main-main. Keselamatan warga menjadi harga mati.
“Kita tidak boleh menunggu bencana datang baru bertindak. Mulai dari perencanaan, mitigasi, sampai kesiapsiagaan harus jalan sekarang,” tegas Ratu Dewa.
Data BPBD Kota Palembang mengungkap fakta mencengangkan. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, hanya tercatat 9 kasus kebakaran lahan. Namun begitu memasuki musim kemarau, angka itu meledak drastis menjadi 50 kejadian hanya dalam kurun Juni hingga Juli 2026.
Lonjakan signifikan tersebut menjadi sinyal bahaya bagi Palembang. Ratu Dewa menilai kerawanan bencana sudah di level mengkhawatirkan sehingga butuh koordinasi lintas sektor yang lebih cepat dan terpadu.
Untuk itu, TRC akan diterjunkan sebagai garda terdepan yang bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi untuk memadamkan dan meminimalisir dampak kebakaran di lapangan.
Sementara penetapan Status Siaga Bencana menjadi komando bagi seluruh perangkat daerah untuk siaga penuh. Seluruh personel, alat, dan logistik wajib siap digerakkan 24 jam.
Tak hanya penanganan saat kejadian, Pemkot juga menyiapkan Tim Jitupasna untuk menghitung cepat kerusakan, kerugian, hingga kebutuhan warga pascabencana agar rehabilitasi dan rekonstruksi tepat sasaran dan transparan.
Ratu Dewa mengingatkan, perang melawan karhutla ini bukan tugas BPBD saja.
“Ini butuh keroyokan. TNI, Polri, BMKG, Basarnas, dunia usaha, relawan, sampai masyarakat harus turun tangan,” tegasnya.
Ia juga menginstruksikan seluruh OPD menjadikan peringatan dini dari BMKG sebagai acuan utama dan mengimbau keras kepada warga untuk stop membakar lahan.
“Jangan ada lagi yang coba-coba bakar lahan. Satu korek bisa bikin satu kota sesak asap,” pungkasnya.(ril)








