VENEWS-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Palembang menggelar Reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 sebagai upaya menyerap aspirasi masyarakat dan para pemangku kepentingan secara langsung.
Reses Dapil I meliputi Kecamatan Bukit Kecil, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Gandus, Jakabaring, Plaju, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, dan Kertapati.
Pada Rabu (8/7/2026), kegiatan reses berlangsung di SIT Salsabilah, Kecamatan Plaju, dan dihadiri para anggota majelis taklim serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan dipimpin Koordinator Dapil I, Chairul S. Matdiah, S.H., M.H. dari Fraksi Partai Demokrat, didampingi anggota DPRD Sumsel lainnya, yakni Aryuda Perdana Kusuma, S.Sos. (Fraksi Golkar), Firmansyah Hakim, S.H. (Fraksi NasDem), Ir. Romiana Hidayati (Fraksi PDI Perjuangan), Muhammad Toha, S.Ag. (Fraksi PKS), dan Abdullah Taufik, S.E., M.M. (Fraksi Gerindra).
Dalam sambutannya, Chairul S. Matdiah menegaskan bahwa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPRD untuk mendengarkan secara langsung berbagai kebutuhan dan permasalahan masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan melalui mekanisme pembahasan di DPRD Sumsel.
“Hari ini kami hadir untuk mendapatkan informasi dan aspirasi dari bapak dan ibu sekalian. Seluruh masukan ini akan kami laporkan kepada Bapak Gubernur Sumatera Selatan pada rapat paripurna tanggal 13 Juli 2026,” ujarnya.
Sementara itu, Aryuda Perdana Kusuma menjelaskan bahwa salah satu isu yang paling sering disampaikan masyarakat dalam setiap pelaksanaan reses adalah persoalan pendidikan, khususnya Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).
Ia menegaskan bahwa proses penerimaan siswa baru telah dilaksanakan melalui beberapa jalur yang telah ditetapkan pemerintah dan dijalankan secara transparan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, Aryuda juga menanggapi usulan pembangunan dan pelebaran gorong-gorong yang disampaikan warga. Menurutnya, usulan tersebut perlu diajukan melalui proposal resmi yang dibuat oleh RT bersama lurah dan camat dengan mencantumkan titik lokasi serta ukuran pekerjaan yang dibutuhkan.
“Silakan usulan dibuat melalui proposal yang dilengkapi titik lokasi dan ukuran gorong-gorongnya. Pada 13 Juli nanti seluruh hasil reses akan kami sampaikan kepada Bapak Gubernur Sumatera Selatan dalam rapat paripurna. Sementara pada Jumat, 10 Juli, hasil reses ini juga akan kami laporkan kepada Bapak Wali Kota Palembang,” jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Toha mengatakan, reses hari ini banyak menyerap aspirasi dari beberapa majelis taklim di Kecamatan Plaju baik mengenai pendidikan, infrastruktur dan permintaan bantuan untuk kegiatan keagamaan majelis taklim.
“Aspirasi masyarakat kita rangkum dan perjuangan agar bisa terealisasi,” ucapnya.
Dalam sesi dialog, warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi.
Amina, salah seorang perwakilan majelis taklim, berharap adanya bantuan alat musik rebana guna mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan masyarakat.
“Kami mohon bantuan rebana untuk kegiatan majelis taklim,” ungkapnya.
Sementara itu, Rini mengusulkan pelebaran gorong-gorong di Jalan Perguruan karena ukuran saluran yang ada dinilai terlalu kecil sehingga sering menyebabkan genangan air saat hujan turun.
“Kalau hujan, air sering tergenang karena gorong-gorongnya terlalu kecil. Kami berharap ada pelebaran agar aliran air menjadi lancar,” katanya.
Seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat dalam reses tersebut akan dihimpun sebagai bahan pokok pikiran DPRD Sumsel untuk selanjutnya diperjuangkan melalui pembahasan bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sesuai dengan kewenangan dan skala prioritas pembangunan daerah.(RIL)







