VENEWS — Ratusan mahasiswa Universitas PGRI Palembang menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung rektorat kampus, Sabtu ( 20/6/2026).
Aksi yang dipimpin Presiden Mahasiswa Andri Manan itu berujung penyegelan kantor rektorat sebagai bentuk protes atas sejumlah persoalan internal.
Massa aksi yang terdiri dari BEM Universitas, MPM, dan BEM fakultas menyampaikan sembilan tuntutan. Isu utama menyangkut fasilitas perkuliahan, pengalihan fungsi laboratorium untuk Fakultas Kedokteran, transparansi penyelenggaraan prodi baru, hingga penanganan dugaan kasus kekerasan seksual.
“Berbagai persoalan ini berdampak langsung pada hak mahasiswa. Dari bangku kuliah yang rusak, lab yang tak layak, sampai ruang dialog yang tertutup,” kata Andri Manan di lokasi aksi.
Mahasiswa menyayangkan ketidakhadiran Rektor UPGRIP Bukman Lian saat aksi berlangsung. Menurut massa, absennya pimpinan kampus dinilai menutup ruang dialog. Sebagai bentuk desakan, mereka kemudian menyegel pintu masuk rektorat agar komunikasi segera dibuka.
9 Tuntutan Inti Mahasiswa
1. Fasilitas perkuliahan: Perbaikan kursi, papan tulis, infokus, AC/kipas, dan sarana akademik lain yang dinilai tidak memadai.
2. Laboratorium Mengembalikan fungsi dan kelayakan lab yang dialihkan untuk Fakultas Kedokteran agar praktikum tidak terganggu.
3. Transparansi FK Keterbukaan informasi terkait kesiapan fasilitas, dosen, sistem akademik, dan standar Fakultas Kedokteran.
4. Hak pendidikan layak Jaminan sarana prasarana sesuai standar mutu akademik, bukan hanya administratif.
5. Kasus pelecehan seksual Tindakan tegas dan sanksi berat bagi oknum dosen yang diduga terlibat.
6. Evaluasi Satgas TPKS Evaluasi menyeluruh, bahkan pembubaran jika dinilai tidak efektif menangani kekerasan seksual.
7. Akuntabilitas kasus Jaminan transparansi dan kepastian penanganan setiap dugaan pelecehan di kampus.
8. Evaluasi dekanat Penilaian ulang kinerja dekan di tiap fakultas yang dianggap belum optimal.
9. Ultimatum Jika tuntutan tidak direalisasikan, mahasiswa mendesak Rektor Bukman Lian mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral dan institusional.
Massa menegaskan, penyelesaian hanya bisa lewat dialog terbuka dan transparansi. “Pimpinan kampus harusnya jadi ruang penyelesaian, bukan menjauh dari aspirasi mahasiswa,” tegas Andri.
Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat Universitas PGRI Palembang belum memberikan keterangan resmi terkait aksi dan penyegelan tersebut.
Aksi susulan dengan tuntutan lebih keras mengancam akan digelar jika rektor tetap tidak merespons tuntutan mahasiswa.(ril)







