Beranda Kriminal YGANN Sumsel Berdiri di Garda Depan, 16,9 Kg Sabu Dimusnahkan BNNP

YGANN Sumsel Berdiri di Garda Depan, 16,9 Kg Sabu Dimusnahkan BNNP

15
0

VENEWS, – Komitmen memutus rantai peredaran narkotika kembali ditunjukkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumatera Selatan.

Sebanyak 16,9 kilogram sabu hasil pengungkapan jaringan internasional dimusnahkan di pelataran kantor BNNP Sumsel, disaksikan aparat penegak hukum, mitra strategis, serta organisasi masyarakat termasuk Yayasan Gugus Antisipasi Narkotika Nusantara (YGANN).

Kepala BNNP Sumsel, Brigjen Pol. Hisar Siallagan, S.I.K., menegaskan bahwa pemusnahan ini adalah bukti nyata keseriusan negara dalam melawan narkotika lintas negara.

“Kami tidak akan memberi ruang bagi jaringan internasional untuk beroperasi di Sumatera Selatan. Keberhasilan ini juga berkat keberanian masyarakat yang aktif memberikan informasi,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat melalui call center BNNP Sumsel. Setelah penyelidikan intensif selama tujuh hari, tim berhasil menggerebek sebuah rumah di Perumahan Griya Kampung Serang Sejahtera, Palembang, dan mengamankan tersangka J (32) beserta dua koper berisi sabu dengan total berat 16,9 kilogram.

Pengembangan kasus kemudian mengarah pada tersangka H yang ditangkap di kawasan Jalan Mayor Zen, Palembang.

BNNP Sumsel menduga jaringan ini dikendalikan pihak luar negeri. Dua orang berinisial W dan R kini masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) sebagai pengendali utama distribusi narkotika.

Dalam momentum pemusnahan barang bukti, Ketua DPD YGANN turut hadir dan menyampaikan apresiasi atas langkah tegas BNNP Sumsel.

“Kami sangat mengapresiasi tindakan ini, karena menjadi bukti nyata bahwa perang melawan narkoba adalah tanggung jawab bersama. YGANN akan terus bersinergi dengan aparat dan masyarakat untuk menjaga generasi dari ancaman narkotika,” tegasnya.

Kehadiran YGANN dalam agenda ini menegaskan peran penting organisasi masyarakat dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba.

Sinergi antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat diharapkan mampu mempersempit ruang gerak jaringan internasional sekaligus memberikan efek jera bagi para pelaku.

BNNP Sumsel menutup kegiatan dengan ajakan kepada seluruh elemen masyarakat untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan. “Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak agar Sumatera Selatan bersih dari peredaran narkotika,” pungkas Hisar. (Ril/rinjani)

Artikulli paraprakOptimasi Pengeboran dengan Berbagai Inovasi, PHR Zona 4 Torehkan Prestasi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini