VENEWS – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan dukungan penuh terhadap pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat, Kabupaten Banyuasin, sebagai proyek strategis nasional yang akan memperkuat konektivitas dan perekonomian daerah.
Meski tidak hadir langsung dalam acara Project Launching yang digelar di Griya Agung, Kamis (9/4/2026), AHY menyampaikan komitmennya melalui video pernyataan.
Ia menegaskan dukungan tersebut mencakup penguatan konektivitas, transportasi logistik, serta pengembangan wilayah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
AHY juga diketahui sempat memimpin rapat koordinasi percepatan proyek di Palembang pada 10 Februari 2026.
Sejalan dengan itu, Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Dr. H. Herman Deru, menegaskan komitmennya menghadirkan pelabuhan samudera di Sumsel pada 2028 atau paling lambat 2029.
Menurut Herman Deru, pembangunan pelabuhan tersebut merupakan cita-cita panjang yang telah dirintis selama lebih dari 40 tahun oleh para gubernur terdahulu.
“Kalau ditarik ke belakang, ini sudah lebih dari 40 tahun diperjuangkan. Dari yang tadinya baru tanda-tanda atau ‘hilal’, hari ini menjadi kenyataan dengan dimulainya project launching,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keberadaan pelabuhan samudera sangat krusial bagi Sumsel yang kaya sumber daya alam seperti batu bara, karet, dan kopi. Selama ini, keterbatasan pelabuhan membuat distribusi komoditas harus melalui provinsi lain sehingga meningkatkan biaya logistik dan menurunkan daya saing.
Selain itu, pendangkalan Sungai Musi hingga sekitar enam meter menjadi kendala serius. Kapal besar tidak dapat beroperasi optimal di Pelabuhan Boom Baru yang berada di tengah kota.
“Ini bukan hanya soal niaga, tetapi juga kemanusiaan. Kemacetan dan kecelakaan di dalam kota juga menjadi dampak dari aktivitas pelabuhan yang tidak lagi memadai,” tambahnya.
Herman Deru optimistis pembangunan Pelabuhan Tanjung Carat, dengan dukungan pemerintah pusat dan sektor swasta, akan menjadi solusi strategis sekaligus menggantikan peran Pelabuhan Boom Baru.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi, Menteri ATR/Kepala BPN RI Nusron Wahid, Kepala Staf Presiden Muhammad Qodari, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi RI/Wakil Kepala BKPM Todotua Pasaribu.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan Sumatera Selatan merupakan simpul penting ekonomi nasional yang membutuhkan sistem logistik kuat dan terintegrasi.
“Pembangunan Pelabuhan Palembang Baru di Tanjung Carat merupakan langkah strategis untuk menjawab keterbatasan teknis dan operasional pelabuhan saat ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, proyek ini telah memasuki milestone ke-11 dari total 15 tahapan dan ditargetkan selesai sebelum 2029 agar segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menhub juga menegaskan pembangunan pelabuhan tidak menggunakan APBN maupun APBD, melainkan melalui investasi swasta.
Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu menambahkan proyek ini telah menarik minat konsorsium besar dan berpotensi mendorong pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK).
Pelabuhan Tanjung Carat dinilai bukan sekadar infrastruktur, melainkan pintu masa depan ekonomi Sumsel yang akan menjadi pusat ekspor komoditas unggulan seperti karet, sawit, dan batu bara.
Proyek ini juga menjadi solusi atas keterbatasan Pelabuhan Boom Baru melalui skema KPBU bersama PT Bukaka Teknik Utama.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan dunia usaha, Herman Deru mengajak seluruh pihak menjaga momentum percepatan pembangunan.
“Saya mengajak kita semua untuk menjaga momentum ini, memperkuat sinergi dan kolaborasi, serta mempercepat realisasi agar proyek ini benar-benar membawa manfaat bagi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi di Sumsel,” tutupnya.(ril)








