VENEWS – Safari Ramadan yang digelar Pemerintah Kota Palembang kembali menjadi wadah silaturahmi sekaligus sarana menyerap aspirasi masyarakat.
Kamis (12/3) malam, Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama jajaran pejabat daerah melanjutkan rangkaian kegiatan dengan mengunjungi Mushala Al-Falah di Jalan Ki Atmaja, Kelurahan Sukamulya, Kecamatan Sematang Borang.
Didampingi Sekretaris Daerah Aprizal Hasyim, sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Sematang Borang, serta Lurah Sukamulya, kegiatan diawali dengan salat Isya berjamaah bersama warga.
Kehadiran rombongan pemerintah kota disambut hangat oleh masyarakat yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga tarawih.
Dalam sambutannya, Ratu Dewa menegaskan komitmen visi dan misi Ratu Dewa–Prima Salam (RDPS) yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan menuju Palembang Berdaya dan Sejahtera.
Ia menyampaikan bahwa selama lebih dari satu tahun kepemimpinannya, berbagai program unggulan telah dijalankan untuk meningkatkan kualitas hidup warga.
“Kurang lebih 1 tahun 23 hari kami diberi amanat memimpin Kota Palembang. Semoga kami selalu dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya,” ujar Ratu Dewa.
Safari Ramadan kali ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga forum mendengar langsung kebutuhan masyarakat.
Warga menyampaikan aspirasi terkait perbaikan mushala, jalan, lampu penerangan, pemasangan CCTV, layanan kesehatan, air bersih, hingga kebersihan lingkungan.
Ratu Dewa menegaskan bahwa seluruh program yang telah berjalan akan terus ditingkatkan agar manfaatnya dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peran camat dan lurah untuk memberikan edukasi mengenai program RDPS agar lebih mudah dipahami dan diterima warga.
Sebagai bentuk kepedulian, sebelum salat Tarawih berjamaah, Wali Kota menyerahkan bantuan hibah sebesar Rp15 juta untuk keperluan Mushala Al-Falah.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh ketua mushala dan diharapkan dapat mendukung perbaikan fasilitas ibadah.
Kegiatan Safari Ramadan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarana pendidikan sosial dan politik bagi masyarakat.
Melalui kegiatan ini, warga belajar tentang pentingnya partisipasi aktif dalam pembangunan, menyampaikan aspirasi secara langsung, serta memahami arah kebijakan pemerintah daerah.(ril)







