VENEWS– Komitmen Pemerintah Kota Palembang dalam meningkatkan kualitas kesehatan anak dan balita terus ditunjukkan melalui berbagai program nyata.
Salah satunya adalah kegiatan Posyandu rutin yang digelar oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Palembang bekerja sama dengan Kecamatan Gandus, khususnya di wilayah Kelurahan 36 Ilir,Selasa (23/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan RT 39 RW 08 Kelurahan 36 Ilir ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga tumbuh kembang generasi penerus bangsa.
Posyandu tidak hanya menjadi tempat pemeriksaan kesehatan rutin bagi balita, tetapi juga menjadi sarana edukasi dan pemberian bantuan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani, yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa fokus utama kegiatan kali ini adalah pemberian Makanan Tambahan (PMT) bergizi bagi balita. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa anak-anak mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang demi mendukung pertumbuhan optimal mereka.
“Selain nutrisi, aspek perkembangan motorik anak juga menjadi perhatian kami. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini kami juga menyerahkan bantuan berupa BKB (Bina Keluarga Balita) Kit yang berisi berbagai alat permainan edukatif, salah satunya adalah perosotan anak,” ujar Dewi Sastrani.
Bantuan BKB Kit ini diharapkan dapat memberikan manfaat ganda. Selain menjadi sarana bermain yang menyenangkan bagi anak-anak saat menunggu giliran pemeriksaan di Posyandu Cemara dan posyandu lainnya di wilayah Kelurahan 36 Ilir, alat-alat ini juga dirancang untuk merangsang perkembangan motorik dan kognitif anak secara menyenangkan.
“Kita ingin anak-anak merasa senang, nyaman, dan tumbuh dengan sehat serta cerdas. Posyandu harus menjadi tempat yang ramah anak, bukan hanya tempat pemeriksaan semata,” tambahnya.
Kabar baik juga datang dari hasil pemantauan status gizi anak di wilayah Kecamatan Gandus. Berdasarkan data terbaru, terjadi penurunan signifikan pada jumlah anak yang terindikasi mengalami stunting.
Dari sebelumnya tercatat sebanyak 12 anak, kini hanya tersisa 3 anak yang masih dalam pemantauan.
“Alhamdulillah, status gizi di Kecamatan Gandus menunjukkan tren yang sangat positif. Ini adalah hasil kerja keras bersama antara kader Posyandu, tenaga kesehatan, dan tentunya para orang tua yang semakin sadar akan pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak. Kami berharap angka ini terus menurun hingga mencapai Zero Stunting di seluruh wilayah kecamatan,” ungkap Dewi dengan penuh optimisme.
Kegiatan ini juga menjadi momentum penting untuk mengedukasi para orang tua agar lebih aktif dan rutin membawa anak-anak mereka ke Posyandu.
Dengan pemantauan berkala, deteksi dini terhadap masalah kesehatan dan gizi dapat dilakukan lebih cepat, sehingga penanganan pun menjadi lebih efektif.
TP PKK Kota Palembang menegaskan bahwa kegiatan serupa akan terus digalakkan di seluruh kecamatan sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi masa depan yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, hingga masyarakat, menjadi kunci keberhasilan program ini.(*)







