Home Daerah Empat Lawang Upacara Hari Bela Negara ke-77 di Empat Lawang: Momentum Meneguhkan Semangat Nasionalisme...

Upacara Hari Bela Negara ke-77 di Empat Lawang: Momentum Meneguhkan Semangat Nasionalisme di Era Digital

26
0

VENEWS — Lapangan Pemerintah Kabupaten Empat Lawang dipenuhi nuansa kebangsaan pada Senin pagi yang cerah, Senin (22/12/2025).

Ratusan peserta dari berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), aparatur sipil negara (ASN), TNI-Polri, hingga pelajar dari berbagai sekolah di wilayah tersebut, berbaris rapi mengikuti Upacara Peringatan Hari Bela Negara ke-77.

Upacara ini menjadi simbol komitmen bersama dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bupati Empat Lawang, Dr. H. Joncik Muhamad, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, ia menekankan bahwa makna bela negara telah mengalami transformasi seiring perkembangan zaman. Jika dahulu bela negara identik dengan perjuangan fisik dan angkat senjata, maka kini semangat tersebut diwujudkan melalui kerja nyata, integritas, dan kontribusi positif sesuai dengan peran dan profesi masing-masing warga negara.

“Bela negara adalah tanggung jawab bersama. Ia hadir dalam disiplin kerja, pelayanan yang berintegritas, serta kepedulian sosial. Inilah benteng kita menghadapi tantangan global,” tegas Joncik dalam pidatonya yang disambut tepuk tangan para peserta upacara.

Membacakan sambutan Presiden Republik Indonesia, Joncik juga mengingatkan bahwa tantangan kebangsaan di era digital bersifat nonfisik. Ancaman seperti penyebaran hoaks, radikalisme, intoleransi, hingga potensi disintegrasi sosial menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi dengan kewaspadaan kolektif dan kecerdasan bermedia dari seluruh elemen masyarakat.

“Di tengah derasnya arus informasi, kita harus mampu menjadi masyarakat yang cerdas, kritis, dan bijak dalam menyikapi setiap isu. Bela negara hari ini adalah menjaga ruang digital kita tetap sehat dan produktif,” ujarnya.

Lebih lanjut, Joncik mengajak seluruh peserta upacara untuk menelusuri kembali jejak sejarah perjuangan bangsa, khususnya peristiwa berdirinya Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada tahun 1948. Menurutnya, PDRI adalah simbol keteguhan dan keberanian bangsa dalam mempertahankan kedaulatan di tengah ancaman penjajahan.

“Sejarah PDRI mengajarkan kita bahwa persatuan dan gotong royong adalah fondasi utama ketahanan nasional. Tanpa semangat itu, kita tidak akan mampu menghadapi tantangan zaman, baik dari dalam maupun luar negeri,” tambahnya.

Upacara berlangsung khidmat dengan pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, UUD 1945, serta ikrar bela negara yang diikuti dengan penuh semangat oleh seluruh peserta. Lagu-lagu perjuangan yang dikumandangkan oleh paduan suara pelajar turut menambah semarak dan semangat nasionalisme dalam peringatan tersebut.

Kegiatan ini juga menjadi ajang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat Empat Lawang untuk terus memperkuat nilai-nilai kebangsaan, mempererat persatuan, serta meningkatkan kontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan bangsa.

Dengan semangat Hari Bela Negara ke-77, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang berharap seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI, baik melalui prestasi, inovasi, maupun pengabdian di bidang masing-masing.(ril)

Previous articlePerkuat Hubungan dengan Pelaku Usaha di Palembang, Mitsubishi Fuso Gelar Rangkaian Acara Bersama Konsumen dan Promo Spesial 55 Tahun
Next articlePalembang Cup IV 2025 Resmi Dibuka, Diikuti 703 Atlet se-Sumsel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here