VENEWS — Langkah progresif langsung diambil oleh Kepala Dinas Sosial Kota Palembang yang baru, M. Raimon Lauri, dalam upaya menekan angka putus sekolah di kota pempek.
Dalam waktu singkat setelah dilantik, Raimon menggulirkan program strategis bertajuk Sekolah Rakyat, yang ditujukan sebagai solusi pendidikan alternatif bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang tidak sempat menempuh pendidikan formal.
Raimon menegaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah pendataan menyeluruh terhadap anak-anak putus sekolah di seluruh kecamatan di Kota Palembang.
Data ini akan menjadi fondasi penting dalam menentukan lokasi, metode, dan pendekatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing anak.
“Kita akan mendata anak-anak yang putus sekolah, terutama yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selanjutnya, kita koordinasikan dengan Dinas Pendidikan agar mereka bisa kembali belajar,” ujar Raimon, Senin (29/9/2025).
Tak berhenti pada pendataan, Dinsos Palembang juga menyiapkan terobosan berupa Mobil Belajar Keliling. Kendaraan ini akan difungsikan sebagai ruang kelas berjalan yang hadir langsung di lingkungan anak-anak, terutama di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau oleh fasilitas pendidikan formal.
“Kita harapkan bisa bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan PGRI. Guru-guru dari PGRI akan mengajar langsung di mobil belajar keliling. Dengan begitu, akses pendidikan bisa lebih dekat dan lebih mudah dijangkau oleh anak-anak,” jelas Raimon.
Mobil belajar ini akan dilengkapi dengan perlengkapan belajar dasar, buku-buku, alat tulis, dan perangkat multimedia sederhana. Selain itu, suasana belajar akan dirancang agar menyenangkan dan interaktif, sehingga anak-anak tidak merasa tertekan meski belajar di luar ruang kelas konvensional.
Program Sekolah Rakyat yang digagas Dinsos Palembang tidak hanya bertujuan memberikan pendidikan informal, tetapi juga membuka peluang bagi anak-anak untuk memperoleh ijazah resmi melalui mekanisme yang diakui oleh pemerintah.
“Kita harapkan meski belajar melalui sekolah rakyat, anak-anak tetap bisa mendapatkan ijazah yang dikeluarkan melalui mekanisme resmi. Ini penting agar mereka punya bekal untuk melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja,” tambah Raimon.
Program ini merupakan bagian dari revitalisasi konsep Sekolah Rakyat yang sebelumnya telah dijalankan di beberapa daerah sebagai bentuk afirmasi terhadap hak pendidikan anak-anak dari keluarga miskin atau miskin ekstrem.
Dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan berbasis komunitas, Sekolah Rakyat di Palembang diharapkan mampu memutus mata rantai kemiskinan antar generasi.
“Revitalisasi sekolah rakyat bukan hanya menghadirkan pendidikan, tetapi juga menjadi harapan baru bagi generasi muda agar tidak tertinggal. Pemerintah Kota Palembang optimistis, program ini akan membuka jalan bagi anak-anak putus sekolah untuk kembali menggapai cita-cita,” tutup Raimon.
Dinsos Palembang juga berencana menggandeng berbagai pihak, mulai dari organisasi guru, komunitas pendidikan, hingga tokoh masyarakat untuk mendukung pelaksanaan program ini. Dengan sinergi lintas sektor, diharapkan mobil belajar keliling dan sekolah rakyat bisa menjangkau lebih banyak anak dan memberikan dampak nyata.
Langkah berani Raimon Lauri di awal masa jabatannya menunjukkan komitmen kuat terhadap pembangunan sumber daya manusia di Palembang. Di tengah tantangan sosial yang kompleks, pendidikan tetap menjadi kunci utama untuk membuka masa depan yang lebih cerah.(WHY)







