Home Peristiwa Dua Pengacara Muda Nahkodai LBH PGK Sumsel: Harapan Baru bagi Keadilan Rakyat

Dua Pengacara Muda Nahkodai LBH PGK Sumsel: Harapan Baru bagi Keadilan Rakyat

41
0

 

VENEWS — Dalam sebuah langkah strategis yang dinilai sebagai angin segar bagi dunia bantuan hukum di Sumatera Selatan, dua pengacara muda berbakat, Ali Hanapiah, SH dan Sairnudin, SH, resmi dipercaya untuk menahkodai Lembaga Bantuan Hukum Perkumpulan  Gerakan Kebangsaan (LBH PGK) Sumsel.

Penunjukan langsung oleh Ketua Umum DPP PGK H. Bursah Zarnubi  ini disambut antusias oleh berbagai kalangan, terutama aktivis hukum dan masyarakat sipil yang mendambakan pelayanan hukum yang lebih progresif dan berpihak pada rakyat kecil.

Dua Sosok Muda dengan Rekam Jejak Menginspirasi

Ali Hanapiah SH  yang kini resmi  sebagai Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Sumsel dan Sairnudin SH sebagai Sekretaris LBh DPW Provinsi Sumsel bukanlah nama asing di dunia advokasi Sumatera Selatan.

Keduanya dikenal aktif dalam berbagai kasus yang menyangkut hak-hak masyarakat marginal, termasuk dalam pendampingan kasus pelecehan seksual terhadap anak di Banyuasin yang sempat menghebohkan publik.

Dalam kasus tersebut, mereka tampil sebagai kuasa hukum yang tegas dan vokal, menuntut keadilan bagi korban dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat.

“Insyaallah pelantikan akan dilakukan hari ini Senin (25/8/2025) di Griya Agung Palembang,” kata dua pengacara muda ini.

Penunjukan mereka sebagai pimpinan LBH PGK Sumsel dinilai sebagai bentuk pengakuan atas integritas, keberanian, dan komitmen mereka terhadap nilai-nilai keadilan sosial.

Ali Hanapiah menegaskan bahwa LBH PGK Sumsel di bawah kepemimpinannya akan menjadi garda terdepan dalam membela hak-hak masyarakat tertindas.

“Kami ingin LBH PGK menjadi rumah bagi rakyat yang mencari keadilan. Tidak ada ruang untuk diskriminasi atau ketidakadilan di negeri ini,” ujarnya.

Sairnudin menambahkan bahwa mereka akan memperluas jangkauan bantuan hukum hingga ke pelosok desa, dengan pendekatan yang lebih humanis dan edukatif.

“Kami tidak hanya hadir saat konflik terjadi, tapi juga ingin membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat,” katanya.(why)

 

 

 

 

Previous articlePuluhan Alumni PGAN 91 Palembang.Hadiri Arisan rutin , Jadi Ajang Silaturahmi dan Pererat Kebersamaan
Next articleKetua TP PKK Palembang Apresiasi Launching Z Coffee Program Palembang Makmur Baznas

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here