VENEWS Peningkatan kualitas tutor menjadi salah satu kunci memperluas akses pendidikan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat.
Melalui pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C, Pemerintah Kota Palembang berupaya memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi masyarakat yang belum memperoleh pendidikan formal secara optimal.
Komitmen tersebut ditegaskan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Palembang, Hj. Dewi Sastrani, S.Ag., saat membuka Sosialisasi Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 13 Tahun 2025, Senin (26/10/2026).
Dewi mengatakan, kegiatan sosialisasi tersebut difokuskan pada penguatan kompetensi tutor pendidikan kesetaraan agar semakin profesional, kreatif, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik di tengah masyarakat.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus mendorong pemerataan kesejahteraan.
“Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan belajar, termasuk melalui jalur nonformal seperti Paket A, Paket B, dan Paket C,” ujar Dewi.
Ia menegaskan, tutor memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pembelajaran pendidikan kesetaraan. Tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tutor juga harus mampu menjadi pendamping yang memahami kondisi serta kebutuhan peserta didik.
“Tutor dituntut untuk tidak sekadar menyampaikan materi pembelajaran, melainkan juga memiliki kreativitas, fleksibilitas, serta kemampuan menyesuaikan metode pengajaran dengan kondisi riil di tengah masyarakat,” kata Dewi.
Dewi menambahkan, TP PKK Kota Palembang sebagai mitra strategis pemerintah akan terus mendukung berbagai program yang berorientasi pada peningkatan kualitas SDM dan pemberdayaan masyarakat.
Menurut Dewi, pendidikan dan keterampilan merupakan pilar penting dalam membangun keluarga yang berdaya, mandiri, dan sejahtera.
Karena itu, penguatan pendidikan kesetaraan diharapkan tidak hanya meningkatkan pengetahuan masyarakat, tetapi juga membuka peluang untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.
Dewi menilai, keberhasilan program pendidikan kesetaraan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari TP PKK, Dinas Pendidikan Kota Palembang, para tutor, narasumber, hingga pemangku kepentingan terkait.
Melalui sinergi tersebut, pendidikan kesetaraan diharapkan semakin berkembang dan mampu menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan formal secara optimal.
Dewi juga mengimbau seluruh peserta sosialisasi agar mengikuti rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kompetensi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang, Affan Prapanca Mahalli, berharap materi yang diperoleh peserta selama sosialisasi dapat diterapkan secara langsung dan berkelanjutan dalam proses pembelajaran.
Peningkatan kompetensi tutor harus berbanding lurus dengan perbaikan mutu pendidikan kesetaraan sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh peserta didik.
“Dengan demikian, mutu pendidikan kesetaraan di Kota Palembang dapat terus meningkat demi mewujudkan masyarakat yang cerdas, mandiri, berdaya, dan sejahtera,” ujar Affan.
Melalui penguatan kompetensi tutor dan kolaborasi lintas sektor, pendidikan kesetaraan di Kota Palembang diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperluas kesempatan belajar, meningkatkan kualitas SDM, serta mendorong kemandirian masyarakat. (*)







