Beranda Daerah Musi Banyuasin Bupati Muba Turun ke Muara Medak, Petugas dan Warga Bersatu Padamkan Karhutla

Bupati Muba Turun ke Muara Medak, Petugas dan Warga Bersatu Padamkan Karhutla

9
0

Toha Tohet mengapresiasi kesigapan masyarakat dan meminta perusahaan turut menjaga kawasan konsesi dari ancaman kebakaran.

VENEWS, – Bupati Musi Banyuasin (Muba) H M Toha Tohet SH bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan jajaran perangkat daerah meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Dusun 7, Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Selasa (20/10/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi di lapangan sekaligus memastikan penanganan kebakaran berjalan bersama seluruh unsur terkait.

Karhutla yang melanda kawasan Desa Muara Medak menjadi perhatian pemerintah daerah, terutama karena sebagian wilayahnya berupa lahan gambut yang sulit dipadamkan. Saat meninjau lokasi, Bupati bersama rombongan menyisir area terdampak dan melihat langsung kondisi di lapangan. Berdasarkan pantauan, api di lokasi yang ditinjau telah berhasil dipadamkan berkat kerja sama petugas gabungan dan masyarakat.

Petugas dari TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni serta masyarakat setempat terlibat dalam upaya pemadaman. Bupati Toha Tohet menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah bekerja keras menangani kebakaran, termasuk masyarakat yang turut membantu sebelum tim pemadam tiba di lokasi.

“Terima kasih kepada seluruh petugas dan masyarakat yang telah bekerja keras memadamkan api. Kerja sama seperti ini sangat penting agar kebakaran tidak meluas dan dampaknya terhadap lingkungan maupun kehidupan warga bisa ditekan,” ujar Toha.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi lahan kering. Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pemerintah Kabupaten Muba berencana mendorong pembangunan embung di Desa Muara Medak, khususnya di kawasan rawan karhutla, untuk mendukung ketersediaan air ketika terjadi kebakaran.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Muba Marko Susanto SSTP MSi melaporkan bahwa hingga Selasa (20/10/2026), jumlah titik panas (hotspot) yang tercatat di Kabupaten Muba mencapai sekitar 3.500 titik. Ia menyebut kondisi karhutla tahun ini memiliki kemiripan dengan kejadian pada 2019, sehingga penanganan dan kewaspadaan perlu terus ditingkatkan.

Berdasarkan data yang disampaikan BPBD Muba, lima kecamatan dengan jumlah titik panas terbanyak meliputi Bayung Lencir sebanyak 629 titik, Lais 536 titik, Sekayu 387 titik, Batang Hari Leko 375 titik, dan Tungkal Jaya 337 titik. Titik panas juga ditemukan di kecamatan lain, meskipun jumlahnya relatif lebih sedikit.

“Di Bayung Lencir, titik panas masih ditemukan, terutama di lahan gambut yang sulit dipadamkan. Kami terus melakukan pemadaman bersama tim terpadu dari TNI, Polri, BPBD, dan masyarakat,” kata Marko. Ia mengapresiasi warga Dusun 7 Desa Muara Medak yang sigap melakukan penanganan awal ketika menemukan kebakaran sebelum tim gabungan tiba.

Marko mengimbau masyarakat tidak membakar lahan untuk membuka kebun maupun kepentingan lainnya. Ia juga meminta perusahaan menjaga kawasan konsesinya agar tidak terjadi kebakaran. Peninjauan tersebut turut dihadiri Dandim 0401/Muba Letkol Inf Dimas Kurniawan, Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono SIK MH, Asisten I Setda Muba H Ardiansyah SE MM PhD CMA, Camat Bayung Lencir Zukar SKM MSi, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.(RI)

Artikulli paraprakSekda Muba Ikuti Pra Ekspos Bersama BKN Pusat

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini