VENEWS— Kota Palembang kembali diguncang tragedi berdarah. Seorang pelajar berusia 20 tahun, berinisial R.A.G.R., tewas setelah diduga menjadi korban penusukan dalam bentrokan antarkelompok di Jalan Perintis Kemerdekaan, depan Bulog, Kecamatan Ilir Timur II, Sabtu (7/3/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.
Korban ditemukan dalam kondisi kritis dengan dua luka tusuk di bagian kiri atas perut.
Meski sempat dilarikan ke RS Muhammad Hoesin Palembang, nyawanya tak tertolong. Tragedi ini menambah daftar panjang kasus tawuran yang meresahkan masyarakat kota.
Pertemuan pertama: Polisi sempat membubarkan dua kelompok dari kawasan 1 Ilir dan Boom Baru yang diduga sudah merencanakan tawuran, setelah aparat meninggalkan lokasi, kedua kelompok kembali berkumpul. Bentrokan pun pecah lagi, kali ini lebih brutal. Saat polisi kembali, R.A.G.R. sudah terkapar dengan luka tusuk parah.
Saksi mata menyebut dua orang berinisial U.A. dan M. terlihat membawa senjata tajam.
Keduanya kini menjadi fokus penyelidikan Satuan Reskrim Polrestabes Palembang.
Kasat Reskrim Polrestabes Palembang, AKBP Musa Jedi Permana, menegaskan pihaknya bergerak cepat.
” Tim sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Kami mohon dukungan masyarakat agar proses penangkapan segera berhasil,” ujarnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menekankan sikap tegas aparat.
“Tawuran bukan solusi. Siapa pun yang terlibat akan berhadapan dengan hukum.”
– Para pelaku bisa dijerat Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 15 tahun penjara.
– Penyidik juga membuka kemungkinan pasal berlapis terkait penggunaan senjata tajam.
Tragedi ini menimbulkan keresahan warga sekitar. Jalan Perintis Kemerdekaan yang biasanya ramai kini menjadi saksi bisu pertumpahan darah. Masyarakat mendesak aparat untuk lebih sigap mencegah tawuran yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Kasus ini menjadi peringatan keras bahwa tawuran bukan sekadar perkelahian remaja, melainkan aksi kriminal yang bisa merenggut nyawa. Polisi kini memburu para pelaku, sementara keluarga korban harus menanggung duka mendalam.(ril)







