VENEWS — Dalam upaya memperkuat sinergi pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba yang kian mengkhawatirkan, Dewan Pimpinan Daerah Yayasan Generasi Anti Narkotika Nasional (DPD YGANN) Provinsi Sumatera Selatan melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumsel. Pertemuan berlangsung di ruang kerja Kepala BNNP Sumsel, Jakabaring, pada Selasa (16/12/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Provinsi Sumsel Komisi V Bidang Pendidikan, Kiky Subagia, yang juga merupakan pengurus aktif YGANN Sumsel.

Kunjungan ini menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi antara lembaga masyarakat, legislatif, dan institusi negara dalam menanggulangi ancaman narkoba yang semakin kompleks di wilayah Sumatera Selatan.


Ketua DPD YGANN Sumsel, Sri Harmilawati, dalam sambutannya menyampaikan saat ini YGANN masih memfokuskan diri pada kegiatan sosialisasi dan edukasi, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat umum.
Menurutnya, pendekatan preventif melalui penyuluhan dan kampanye sadar narkoba menjadi kunci utama dalam membentengi generasi muda dari bahaya laten narkotika.
“Kami terus berupaya hadir di tengah masyarakat, memberikan edukasi yang menyentuh langsung ke akar rumput. Baik melalui sekolah, komunitas, maupun media sosial,” ujar Sri Harmilawati.
Ia juga mengingatkan bahwa YGANN pernah mendapatkan penghargaan sebagai penggiat anti narkoba tingkat nasional di Bali empat tahun silam, sebuah pencapaian yang menjadi tonggak sejarah organisasi saat masih dipimpin oleh tokoh-tokoh pejuang anti narkoba di Sumsel.
Kepala BNNP Sumsel, Brigjen.Pol Hisar Siallagan, S.I.K., menyambut baik kunjungan tersebut dan menyampaikan apresiasi atas peran aktif YGANN dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba.
“Saya sangat senang dengan kedatangan pengurus YGANN. Ini menandakan bahwa semakin banyak elemen masyarakat yang peduli dan siap menjadi garda terdepan dalam memutus mata rantai peredaran narkoba,” ungkapnya.
Dalam kesempatan itu, Hisar juga mengungkapkan rencana besar BNN RI untuk menggelar sosialisasi akbar di Kabupaten Lahat, yang akan melibatkan kepala desa, perangkat desa, hingga para bupati dari seluruh Indonesia. Hal ini sejalan dengan peran Bupati Lahat sebagai Ketua Asosiasi Kepala Daerah Seluruh Indonesia (AKASI).
“Baru-baru ini, kami juga telah melatih 50 orang penggiat anti narkoba di GOR Lahat. Ini adalah bagian dari strategi kami untuk memperluas jaringan penggiat di tingkat akar rumput,” tambahnya.
Ia juga memberikan saran kepada pengurus YGANN agar aktif di media sosial dengan memberikan komentar edukatif terhadap konten-konten yang berpotensi menyesatkan generasi muda.
“Kalau melihat konten negatif di medsos, jangan ragu untuk berkomentar. Katakan, ‘Hidup jangan dibuat goblok, karena itu akan menghancurkan masa depanmu.’ Jangan biarkan narkoba merajalela karena pembiaran kita sendiri,” tegasnya.
Lebih lanjut, Hisar menekankan pentingnya strategi menekan permintaan (demand) narkoba di masyarakat. Menurutnya, selama pasar masih besar, suplai akan terus mengalir. Ia mencontohkan keberhasilan beberapa daerah seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Papua yang mampu menekan pasar narkoba dengan membuat harga jualnya sangat tinggi, sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat.
“Kita harus berpikir bagaimana caranya agar ketika narkoba masuk ke Sumsel, barang itu tidak laku. Kalau pasarnya mati, suplai pun akan berhenti,” jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Kiky Subagia menyampaikan usulan penting terkait perlunya kerja sama formal antara BNNP Sumsel dengan sejumlah instansi strategis, seperti Dinas Pendidikan, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), serta Dinas Kesehatan.
“Kami mengusulkan adanya MoU antara BNNP dengan dinas-dinas terkait. Karena ketika kami melakukan sosialisasi, kami membutuhkan penguatan dari sisi kewenangan dan tugas pokok yang dimiliki BNNP,” ujar Kiky.
Ia juga menambahkan bahwa Komisi V DPRD Sumsel siap mendorong alokasi anggaran untuk mendukung kegiatan pencegahan narkoba, termasuk melalui Dinas Kesehatan, Biro Kesejahteraan Rakyat, dan Dinas Pendidikan. Anggaran tersebut nantinya juga dapat dihibahkan kepada BNNP untuk memperluas jangkauan program-program edukatif dan preventif.
Pertemuan ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara pemerintah, legislatif, dan masyarakat sipil sangat penting dalam menghadapi tantangan besar seperti peredaran dan penyalahgunaan narkoba. Dengan semangat kolaboratif, diharapkan Sumatera Selatan dapat menjadi provinsi yang tangguh dalam melindungi generasi mudanya dari ancaman narkotika.(Rinjani)







