{"id":8178,"date":"2025-03-12T16:30:34","date_gmt":"2025-03-12T09:30:34","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=8178"},"modified":"2025-03-12T16:30:34","modified_gmt":"2025-03-12T09:30:34","slug":"masyarakat-diminta-waspada-11-18-maret-palembang-menghadapai-cuaca-extreme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2025\/03\/12\/masyarakat-diminta-waspada-11-18-maret-palembang-menghadapai-cuaca-extreme\/","title":{"rendered":"Masyarakat Diminta Waspada, 11-18 Maret Palembang menghadapai Cuaca Extreme"},"content":{"rendered":"<p><strong>VENEWS<\/strong>,- Masyarakat Kota Palembang diminta waspada, karena berdasarkan informasi dari BMKG wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) bahwa 11-18 Maret merupakan puncak pasang air laut.<\/p>\n<p>Walikota Palembang Ratu Dewa mengatakan, menindaklanjuti informasi dari BMKG tersebut maka sejumlah antisipasi harus dilakukan.&#8221;Menghadapi 11-18 Maret ini kita sudah panggil instansi terkait termasuk camat, lurah, Dinas PUPR, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Badan Penanggulangan Bencana dalam menghadapi cuaca ekstrem ini,&#8221; katanya usai melakukan rapat koordinasi dengan BMKG Sumsel, Rabu (12\/3\/2025).<\/p>\n<p>Selain itu, camat, lurah dan OPD terkait untuk selalu standby mengawasi lokasi rawan banjir. Seperti Kertapati, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, Kalidoni, Gandus, dan sebagian Sematang Borang.&#8221;Termasuk banjir di Simpang Polda menyebabkan genangan tinggi di pemukiman sekitar, ternyata ada codetan yang harus segera dibangun, saya minta segera dibangun dan proses pengadaan sedang berlangsung,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Ratu Dewa juga memastikan telah memonitor dan memikirkan untuk memfungsikan pompanisasi Sekip Bendung dan pompanisasi portable sekala besar milik Balai Sungai secara maksimal untuk penanganan banjir di Simpang Polda,<\/p>\n<p>Dimana saat ini pompanisasi Sungai Bendung hanya berfungsi 3 dari 6 pompa. Sementara sedimentasi cukup tinggi dan parit mengecil. &#8220;Maka program kedepan harus diperbesar (parkir itu) sehingga air banjir dari Simpang Polda dapat disedot dan mengalir dengan lancar melalui pompanisasi Sungai Bendung,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Khusus yang tinggal ditepian sungai, sambungnya, perlu diberi pemahaman bahwa harus bersahabat dengan alam. Artinya mereka yang tinggal di tepi sungai diharapkan agar rumah-rumah dibangun panggung.&#8221;Antisipasinya dari kita standby perahu-perahu karet untuk penduduk di tepi sungai, seperti penduduk wilayah Pulau Kemaro Kecamatan Ilir Timur II cukup banyak di tepi sungai,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Dewa menegaskan, Dinas Penanggulangan Bencana untuk sigap menyiapkan perahu karet, tenda pengungsian dan dapur umum, ketika terjadi banjir semua sudah siap.&#8221;Dinas Kominfo harus memberikan sosialisasi ke warga hingga tingkat RT soal informasi waspada banjir ini,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Sebagai penanda dan peringatan adanya potensi bencana banjir, maka melalui Dinas Pemadam Kebakaran akan membunyikan sirine. Sirine ini dulunya dipakai di tahun 90-an akan diaktifkan kembali saat cuaca ekstrem dan ada bencana banjir.<\/p>\n<p>Saat ini sirine ini ada di Kantor Walikota Palembang. Meski alatnya ada tapi rusak, ia meminta untuk segera dinormalkan kembali. Termasuk mengaktifkan kembali lampu sorot dari kantor walikota.&#8221;Dulu sirine ini sering berbunyi di jam tertentu seperti jam 6 pagi, jam 12 siang, nah ini saat ada potensi bencana banjir agar diketahui oleh warga,&#8221; pungkasnya.(*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>VENEWS,- Masyarakat Kota Palembang diminta waspada, karena berdasarkan informasi dari BMKG wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) bahwa 11-18 Maret merupakan puncak pasang air laut. Walikota Palembang Ratu Dewa mengatakan, menindaklanjuti informasi dari BMKG tersebut maka sejumlah antisipasi harus dilakukan.&#8221;Menghadapi 11-18 Maret ini kita sudah panggil instansi terkait termasuk camat, lurah, Dinas PUPR, Dinas Pemadam Kebakaran, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8179,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[1605,1606,1607,1608,1604],"class_list":["post-8178","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-palembang","tag-11-18-maret-palembang-menghadapai-cuaca-extreme","tag-cuaca-ektreme","tag-hujan-deras","tag-kota-palembang-banjir","tag-masyarakat-diminta-waspada"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8178","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8178"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8178\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":8180,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8178\/revisions\/8180"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8179"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8178"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8178"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8178"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}