{"id":751,"date":"2023-12-18T14:56:24","date_gmt":"2023-12-18T07:56:24","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=751"},"modified":"2023-12-18T14:09:05","modified_gmt":"2023-12-18T07:09:05","slug":"delegasi-kamboja-pelajari-pengelolaan-limbah-nuklir-di-brin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2023\/12\/18\/delegasi-kamboja-pelajari-pengelolaan-limbah-nuklir-di-brin\/","title":{"rendered":"Delegasi Kamboja Pelajari Pengelolaan Limbah Nuklir di BRIN"},"content":{"rendered":"<p><strong>VENEWS.ID &#8211;\u00a0<\/strong> Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan \u201cFellowship Program\u201d bagi negara-negara anggota untuk melakukan pelatihan dan berbagi informasi serta pengalaman tentang ketenaganukliran.<\/p>\n<p>Dua orang delegasi dari Kementerian Pertambangan dan Energi &#8211; Kamboja, Tiv Sothea dan Chak Vanthy berkesempatan mendapatkan pelatihan tentang penanganan bahan bakar nuklir dan limbah radioaktif di Indonesia yang dilaksanakan di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan.<\/p>\n<p>Salah seorang anggota delegasi, Tiv Sothea mengaku bahwa dalam pelatihan yang diikutinya sejak 23 Oktober hingga 14 Desember 2023 ia mendapatkan banyak ilmu tentang pengelolaan dan pemanfaatan teknologi nuklir dan radiasi di berbagai bidang, khususnya dalam pengelolaan limbah radioaktif.<\/p>\n<p>\u201cSetelah kami mempelajari pengelolaan limbah radioaktif di Indonesia, kami dapat menghasilkan <em>draft<\/em> peraturan-peraturan pengelolaan limbah radioaktif serta keselamatan radiasi maupun keamanan sumber radioaktif dalam transportasi, untuk kami berlakukan di negara kami nantinya,\u201d ujar Tiv saat ditemui pada akhir kegiatan <em>fellowship,<\/em> Kamis (14\/12\/2023) lalu.<\/p>\n<p>Ia juga belajar mengidentifikasi kebutuhan Kamboja terkait pengelolaan limbah radioaktif, seperti bimbingan, fasilitas dan peralatan untuk diusulkan dalam laporan ke IAEA dan Ministry of Mines and Energy (MME) Cambodia.<\/p>\n<p>\u201cKami juga telah mampu menangani identifikasi, pengolahan dan pengangkutan limbah radioaktif. Rencananya kami akan mengusulkan beberapa perangkat dan sumber standar untuk karakterisasi sumber radioaktif,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Selain itu Tiv juga akan mengusulkan beberapa hal penting lainnya untuk diaplikasikan di Kamboja. \u201cSeperti pengelolaan limbah radioaktif terpusat dengan mempertimbangkan kriteria yang relevan, program pelatihan untuk pekerja radiasi, petugas proteksi radiasi serta petugas pengamanan bahan nuklir dan radioaktif,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Menurutnya pengetahuan dan pengalaman dalam pelatihan ini akan berkontribusi dalam membangun Kamboja dalam penggunaan teknologi nuklir dan radiasi secara damai untuk saat ini maupun di masa depan.<\/p>\n<p>Koordinator Pelaksana Fungsi Keselamatan Instalasi Pengelolaan Limbah Radioaktif (IPLR) &#8211; Direktorat Pengelolaan Fasilitas Ketenaganukliran (DPFK) BRIN, Mochamad Romli selaku Supervisor in Training menjelaskan bahwa ada dua hal yang menjadi pokok utama yang telah dilakukan dalam program ini.<\/p>\n<p>\u201cYang pertama, peserta melakukan kunjungan operasional pengelolaan limbah radioaktif fasilitas untuk memahami keilmuan, teknis, administrasi dan manajerial kegiatan untuk mengoperasikan pengelolaan limbah radioaktif yang aman dan terjamin,\u201d jelas Romli dalam keterangannya dikutip dari laman BRIN di Jakarta, Minggu (17\/12\/2023).<\/p>\n<p>\u201cKemudian yang kedua dari segi topiknya, yaitu membahas mengenai lokasi serta desain fasilitas, konstruksi dan operasi, penilaian risiko radiasi, jaminan kecukupan serta kualitas semua pekerjaan yang berhubungan dengan keselamatan terkait fasilitas atau aktivitas,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Menurut Romli, sejauh yang ia ketahui Kamboja belum memiliki badan pengawas keselamatan radiasi dan belum membentuk sistem peraturan. \u201cDengan adanya studi banding yang dilakukan di Indonesia dapat memberikan gambaran mengenai usulan pembentukan badan regulasi beserta regulasinya, perizinan dan fungsi inspeksi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Romli juga menyampaikan bahwa Kamboja melakukan studi banding ke negara lain terkait rencana untuk membangun penyimpanan limbah radioaktif. \u201cKamboja berencana membangun gedung penyimpanan limbah, tentunya hal ini memerlukan pengetahuan dalam perencanaan, penganggaran, pembuatan desain kebutuhan pengguna, termasuk cara menghitung kebutuhan pelindung radiasi untuk kontainer dan bangunan,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Kepala Pusat Riset Teknologi Daur Bahan Bakar Nuklir dan Limbah Radioaktif (PRTDBBNLR) BRIN, Syaiful Bakhri berharap delegasi Kamboja dapat memanfaatkan informasi dan pengetahuan yang didapatkan untuk kepentingan di negaranya.<\/p>\n<p>\u201cKami harap pengetahuan yang didapatkan disini dapat dimanfaatkan dan agenda yang telah direncanakan oleh Kamboja di negaranya dapat terlaksana dengan baik. Mungkin membutuhkan waktu sekitar 1 atau 2 tahun, namun tentunya dengan semangat dan perencanaan yang matang akan bisa terlaksana,\u201d kata Syaiful.<\/p>\n<p>Syaiful berharap pihak Kamboja dapat memberikan saran dan feedback yang membangun agar BRIN dapat meningkatkan pelatihan yang lebih baik lagi bagi peserta selanjutnya, baik itu dari Kamboja, Zimbabwe, atau dari negara lainnya.(info publik.id)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>VENEWS.ID &#8211;\u00a0 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama International Atomic Energy Agency (IAEA) menyelenggarakan \u201cFellowship Program\u201d bagi negara-negara anggota untuk melakukan pelatihan dan berbagi informasi serta pengalaman tentang ketenaganukliran. Dua orang delegasi dari Kementerian Pertambangan dan Energi &#8211; Kamboja, Tiv Sothea dan Chak Vanthy berkesempatan mendapatkan pelatihan tentang penanganan bahan bakar nuklir dan limbah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":752,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[31],"tags":[363,364],"class_list":["post-751","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-nasional","tag-badan-riset-dan-inovasi-nasional-brin","tag-international-atomic-energy-agency-iaea"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/751","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=751"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/751\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":753,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/751\/revisions\/753"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/752"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=751"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=751"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=751"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}