{"id":7268,"date":"2025-02-04T20:01:15","date_gmt":"2025-02-04T13:01:15","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=7268"},"modified":"2025-02-04T20:01:15","modified_gmt":"2025-02-04T13:01:15","slug":"peka-dengan-keresahan-warga-kurang-mampu-dpd-ri-hj-eva-susanti-soroti-kelangkaan-si-melon-di-sumsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2025\/02\/04\/peka-dengan-keresahan-warga-kurang-mampu-dpd-ri-hj-eva-susanti-soroti-kelangkaan-si-melon-di-sumsel\/","title":{"rendered":"Peka dengan keresahan warga kurang mampu, \u00a0DPD RI Hj. Eva Susanti Soroti Kelangkaan \u201c Si Melon\u201d di Sumsel"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>VENEWS<\/strong> \u2013 \u00a0Kebijakan baru, pembatasan \u00a0pembelian Gas Elpiji \u00a03 Kg oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina diberbagai daerah, tak terkecuali di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi perhatian serius anggoga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hj. Eva Susanti.<\/p>\n<p>Bahkan, kata Eva, tidak sedikit dirinya menerima banyak keluhan dari masyarakat dengan kelangkaan \u201cSi Melon\u201d ini.<\/p>\n<p>\u201cKhususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina, dan pihak terkait, untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi dan pemasaran gas subsidi,\u201d tegasnya, Selasa (4\/1\/2025).<\/p>\n<p>Menurutnya, sejak konversi dari minyak tanah ke gas ukuran 3 Kg, masyarakat tidak mempunyai banyak pilihan,hingga saat ini gas 3 Kg sudah menjadi kebutuhan mendasar rakyat kurang mampu.<\/p>\n<p>Bahkan, usaha kecil menengah, warung makan emperan sangat tergantunf dengan gas tersebut.<\/p>\n<p>\u201cGas 3 kg merupakan kebutuhan dasar yang tidak boleh diabaikan,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Ia meminta pemerintah untuk segera mengkaji ulang kebijakan distribusi dan pemasaran tabung gas bersubsidi agar masyarakat tidak menjadi korban dari kebijakan yang tidak tepat sasaran.<\/p>\n<p>\u201cAlhamdulillah sepertinya Bapak Presiden telah mengambil langkah cepat untuk mengantisipasi kelangkaan Gas 3 Kg,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>\u201cKami banyak menerima laporan dari masyarakat tentang kelangkaan gas 3 kg di pasaran. Ini adalah persoalan serius karena menyangkut kebutuhan dasar rakyat. Jangan sampai karena kebijakan pemerintah, rakyat yang menjadi korban,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Perempuan yang akrab disapa Ayuk Eva menilai kebijakan \u00a0meminta pemerintah, khususnya Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina, tidak berpihak kepada masyarakat kecil.<\/p>\n<p>\u201cKebijakan harus benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil. Jika ada penyimpangan dalam distribusi atau terjadi penimbunan, pemerintah harus bertindak tegas. Jangan sampai ada pihak yang mengambil keuntungan dari kesulitan rakyat,\u201d tambahnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Eva Susanti juga mendorong pemerintah untuk memperbaiki mekanisme pengawasan dan pendataan penerima subsidi agar gas 3 kg benar-benar dinikmati oleh mereka yang berhak. Menurutnya, jika pendistribusian dilakukan dengan baik dan tepat sasaran, kelangkaan dapat diminimalkan.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin kebijakan yang adil dan berpihak kepada rakyat kecil. Pemerintah harus memastikan bahwa distribusi gas 3 kg tidak mengalami kendala dan tidak ada penyalahgunaan oleh pihak-pihak yang tidak berhak,\u201d pungkas Eva.<\/p>\n<p>Kelangkaan gas elpiji 3 kg menjadi isu yang terus berkembang di tengah masyarakat. Dengan adanya desakan dari berbagai pihak, diharapkan pemerintah segera mengambil langkah konkret agar pasokan gas subsidi tetap stabil dan dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan.(why)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; VENEWS \u2013 \u00a0Kebijakan baru, pembatasan \u00a0pembelian Gas Elpiji \u00a03 Kg oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Pertamina diberbagai daerah, tak terkecuali di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menjadi perhatian serius anggoga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Hj. Eva Susanti. Bahkan, kata Eva, tidak sedikit dirinya menerima banyak keluhan dari masyarakat dengan kelangkaan \u201cSi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":7269,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82],"tags":[1281,1280],"class_list":["post-7268","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik","tag-dpd-ri-hj-eva-susanti-soroti-kelangkaan-si-melon-di-sumsel","tag-peka-dengan-keresahan-warga-kurang-mampu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7268","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7268"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7268\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":7270,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7268\/revisions\/7270"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7269"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7268"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7268"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7268"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}