{"id":5514,"date":"2024-10-14T17:37:33","date_gmt":"2024-10-14T10:37:33","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=5514"},"modified":"2024-10-14T17:37:33","modified_gmt":"2024-10-14T10:37:33","slug":"pj-wako-palembang-paparkan-lawang-borotan-pangdam-ii-sriwijaya-support-penuh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2024\/10\/14\/pj-wako-palembang-paparkan-lawang-borotan-pangdam-ii-sriwijaya-support-penuh\/","title":{"rendered":"Pj Wako Palembang Paparkan Lawang Borotan, Pangdam II Sriwijaya Support Penuh"},"content":{"rendered":"<p><strong>VENEWS.ID<\/strong> &#8211; Pemerintah Kota Palembang akan menjadikan Lawang Borotan sebagai destinasi wisata.<\/p>\n<p>Hal itu dikemukakan Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang Ucok Abdulrauf Damenta, di markas Kodam II Sriwijaya (14\/10\/2024), saat paparan tentang Lawang Borotan.<br \/>\n&#8220;Sisi luar Lawang Borotan akan direvitalisasi untuk menyambut Tahun Baru.<\/p>\n<p>Akan ada sentra UMKM, wisata malam. Parkir juga akan ditata. Ini program jangka pendek Lawang Borotan,&#8221; ujar Damenta, dihadapan Pangdam II Sriwijaya, Mayjen TNI Maudi Nurdika, S.I.P, M.Si, M.Tr (Han) dan jajaran.<\/p>\n<p>Selain itu, disiapkan pula aksi teatrikal tentang SMB II dan Perang 5 Hari 5 Malam, di sisi luar Lawang Borotan.<br \/>\nLawang Borotan maknanya adalah pintu belakang dan merupakan salah satu pintu paling penting di BKB di masa itu.<\/p>\n<p>Lawang Borotan memiliki tinggi sekitar 7 meter dan lebar 6 meter. Konstruksinya dari batu bata dan kapur tanpa memakai rangka besi.<\/p>\n<p>Lokasi Lawang Borotan di sisi kanan Benteng Kuto Besak. Posisinya berseberangan dengan kantor Wali Kota Palembang, sehingga mudah dijangkau karena berada di pusat kota.<\/p>\n<p>&#8220;Kami mohon izin dan restu atas kerja-kerja kami. Kami segera melakukan perbaikan,&#8221; kata Damenta.<br \/>\nDalam paparannya, Damenta juga menerangkan tentang event-event yang bakal dilaksanakan dalam waktu dekat.<\/p>\n<p>Antara lain, business matching dan promosi budaya Indonesia di Kuwait, tanggal 6-9 November. Di mana, ujar Damenta, pemerintah Kuwait, tertarik untuk berinvestasi di rumah susun.<\/p>\n<p>Kemudian The Sound of Musi ((World Jazz Festival), pada 30 November, yang menghadirkan musisi dari Indonesia dan dunia. Akan ada pula atraksi lighting Ampera, Air Mancur Menari.<\/p>\n<p>Pj Wako Damenta juga memaparkan tentang konsep penataan Benteng Kuto Besak, penataan kawasan Kambang Iwak: jogging track, air mancur, anjungan. Juga pemaparan Pj Wako tentang Gedung Keseninan dan Balai Prajurit.<\/p>\n<p>\u201cUntuk Gedung Kesenian akan ada pertunjukan seni setiap bulan. Gedungnya juga bisa digunakan oleh masyarakat. Begitu juga Balai Prajurit. Nanti mungkin bisa berkolaborasi dengan Kodam II Sriwijaya,\u201d ujar Damenta.<\/p>\n<p>Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Maudi Nurdika, S.I.P, M.Si, M.Tr (Han), menyambut positif program maupun event-event yang akan dilaksanakan Pemkot Palembang.<\/p>\n<p>Pangdam mengharapkan penataan wisata itu memberikan mutiplayer effect. Ada kuliner, tempat wisata dan pertunjukkan seni yang terintegrasi.<br \/>\n\u201cKami apresiasi dan dukung penuh. Memang perlu kolaborasi dengan stakeholders terkait. Intinya kamu mensupport,\u201d ujar Pangdam.<\/p>\n<p>Dalam pemaparan tersebut juga sedikit dibahas terkait aset atau lahan milik Pemkot Palembang maupun Kodam II Sriwijaya, yang ada di kawasan BKB. (Ril)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>VENEWS.ID &#8211; Pemerintah Kota Palembang akan menjadikan Lawang Borotan sebagai destinasi wisata. Hal itu dikemukakan Penjabat (Pj) Wali Kota Palembang Ucok Abdulrauf Damenta, di markas Kodam II Sriwijaya (14\/10\/2024), saat paparan tentang Lawang Borotan. &#8220;Sisi luar Lawang Borotan akan direvitalisasi untuk menyambut Tahun Baru. Akan ada sentra UMKM, wisata malam. Parkir juga akan ditata. Ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5515,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-5514","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-palembang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5514","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5514"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5514\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5516,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5514\/revisions\/5516"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5515"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5514"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5514"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5514"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}