{"id":5434,"date":"2024-10-10T12:32:17","date_gmt":"2024-10-10T05:32:17","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=5434"},"modified":"2024-10-10T12:32:17","modified_gmt":"2024-10-10T05:32:17","slug":"bnn-miskinkan-bandar-narkotika-sita-aset-senilai-rp-64-miliar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2024\/10\/10\/bnn-miskinkan-bandar-narkotika-sita-aset-senilai-rp-64-miliar\/","title":{"rendered":"BNN Miskinkan Bandar Narkotika, Sita Aset Senilai Rp 64 Miliar"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>VENEWS.ID<\/strong> &#8211; Badan Narkotika Nasional membongkar kasus pencucian uang dari dua jaringan<br \/>\nnarkotika dengan total aset senilai Rp. 64.055.001.829,26. Pengungkapan ini<br \/>\nmerupakan bentuk keseriusan BNN dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika dengan memiskinkan para bandar.BNN mengamankan empat orang tersangka dalam pengungkapan TPPU dari dua jaringan ini. Tiga tersangka berasal dari jaringan Malaysia \u2013 Palembang dan satu tersangka dari jaringan Aceh \u2013 Palembang.<\/p>\n<p>Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen. Pol. Drs. I Wayan Sugiri, S.H., S.I.K., M.Si mengatakan, sejumlah barang bukti telah disita dari kedua<br \/>\nJaringan tersebut, berikut rincinanya :<br \/>\n\u2022 Uang tunai dalam rupiah maupun valuta asing total sebesar Rp. 278.886.782,26<br \/>\n\u2022 Uang dalam rekening total sebesar Rp. 999.323.047,00<br \/>\n\u2022 Aset tidak bergerak berupa bangunan rumah, ruko, dan tanah total senilai Rp.<br \/>\n60.200.000.000 \u2022 Aset bergerak berupa perhiasan, telepon genggam, kendaraan roda dua, dan roda<br \/>\nempat total senilai Rp. 2.576.792.000,00<br \/>\nAdapun kronologis pengungkapan TPPU dari kedua jaringan narkotika tersebut sebagai<br \/>\nberikut.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan, TPPU Narkotika Jaringan Malaysia \u2013 PalembangTindak pidana pencucian uang ini berawal dari terungkapnya tindak pidana narkotika Jaringan AC oleh BNN pada Bulan Mei 2024.<\/p>\n<p>Petugas BNN yang mendapatkan informasi dari masyarakat melakukan penangkapan terhadap\u00a0 tersangka berinisial AT alias WH dan LM pada saat melakukan transaksi narkotika. Keduanya diamankan petugas di Jalan Sei Seputih, Kota Palembang, Sumatera Selatan dengan barang bukti satu kantong berwarna krem berisi sabu seberat 1.044<br \/>\ngram, pada Jumat (24\/5). Berdasarkan penyidikan lebih lanjut diketahui bahwa narkotika yang berasal dari Malaysia menuju Palembang melalui Pekanbaru tersebut berada di bawah kendali dua orang pria berinisial HE alias AT dan HI alias AC.<\/p>\n<p>Keduanya kemudian ditangkap di dua lokasi berbeda, HE alias AT ditangkap di Bali dan HI alias ACditangkap di Palembang, Sumsel. Sementara seorang pria berkewarganegaraan<br \/>\nMalaysia berinisial KOH yang merupakan pengendali kurir pengirim sabu kepada HE alias AT tersebut kini masuk dalam DPO.<\/p>\n<p>Usai penangkapan para tersangka, penyidik TPPU selanjutnya melakukan analisa<br \/>\ntransaksi keuangan guna menemukan bukti pencucian uang dalam kasus tersebut.<br \/>\nHasilnya penyidik menemukan sejumlah aliran dana transaksi narkotika yang dilakukan<br \/>\npara tersangka melalui beberapa rekening bank dengan menggunakan nama pribadi<br \/>\nmaupun orang lain. Berikut barang barang bukti sejumlah aset yang telah disita oleh<br \/>\npenyidik antara lain:<\/p>\n<p>Terasangka HI alias AC &#8211; Aset tidak bergerak senilai<br \/>\nRp. 26.500.000.000,00\u00a0Aset bergerak (mobil) senilai<br \/>\nRp. 400.000.000,00 \u00a0Uang tunai dalam valuta asing senilai Rp. 112.886.782,2 Uang tunai dalam rupiah sebesar Rp. 136.000.000,00 \u00a0Uang dalam rekening sebesar Rp. 999.323.047,00 Tersangka LM Aset tidak bergerak senilai Rp. 6.700.000.000,00 Tersangka AT alias WH Aset tidak bergerak senilai<br \/>\nRp. 7.000.000.000,00<\/p>\n<p>Para tersangka diketahui melakukan TPPU dengan menggunakan modus nomine, u turn, tarik dan setor tunai, serta menyamarkan dalam bentuk aset baik dengan nama pribadi maupun pihak lain. Saat ini seluruh aset milik para tersangka telah disita guna proses lebih lanjut, 3 orang pelaku TPPU telah diamankan, sementara 3 pelaku lain KOH (DPO TPA) selaku sumber narkotika, RA istri kedua tersangka AT alias WH (DPO TPPU) sbg pemilik rekening yang dikuasi AT alias WH, dan AC (DPO TPPU) sebagai pemilik rekening yang dikuasai oleh HI alias AC.<br \/>\nKetiga tersangka dalam kasus ini dikenakan pasal 137 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 3, 4, dan 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang dengan pidana maksimal 20 tahun penjara. TPPU Narkotika Jaringan Aceh \u2013 Palembang Bermula dari temuan barang bukti non narkotika yang melibatkan narapidana<br \/>\nberinisial NH dan MM, penyidik Direktorat TPPU BNN kemudian melakukan analisa, penyelidikan, dan pemeriksaan terhadap barang bukti tersebut.<\/p>\n<p>Berdasarkan hasil penelusuran terhadap transaksi keuangan yang dikuasai narapidana berinisial NH dan MM, penyidik BNN bekerjasama dengan PPATK mendapatkan adanya aliran dana transaksi narkotika dari rekening NH dan MM ke rekening pihak ketiga yang dikuasai oleh tersangka AS alias YD. AS alias YD diketahui merupakan seorang residivis kasus narkotika dengan hukuman pidana 11 tahun pada tahun 2011.<\/p>\n<p>Terpidana narkotika NH dalam rentang waktu tahun 2014 \u2013 2019 diketahui mentransfer uang hasil peredaran gelap narkotika total sejumlah Rp. 13.501.725.000,00 dengan frekuensi 340 kali transaksi. Sementara terpidana narkotika MM dalam rentan waktu tahun 2014 \u2013 2016 telah mentransfer uang hasil peredaran gelap narkotika total sejumlah Rp 155.700.000,00 dengan frekuensi 4 kali transaksi.<\/p>\n<p>Berikut sejumlah aset<br \/>\nTPPU yang telah disita dari tangan AS alias YD<br \/>\n&#8211; Uang Tunai sebesar<br \/>\nRp. 30.000.000,00<br \/>\n&#8211; 19 perhiasan senilai<br \/>\nRp. 329.292.000,00<br \/>\n&#8211; 9 telepon genggam senilai<br \/>\nRp. 52.500.000,00<br \/>\n&#8211; Aset tidak bergerak (4 ruko dan 4 rumah) senilai<br \/>\nRp. 20.000.000.000,00<br \/>\n&#8211; Aset bergerak (5 mobil dan 5 motor) senilai<br \/>\nRp. 1.795.000.000,00.<\/p>\n<p>Beberapa modus pencucian uang yang dilakukan oleh tersangka AS alias Yudi yaitu modus use nominee, structuring, u turn, modus pembelian aset dan barang mewah atas nama orang lain, serta modus transaksi pass by.<\/p>\n<p>Kini seluruh aset tersebut telah disita untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut.<br \/>\nTersangka AS alias YD disangkakan pasal 137 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009<br \/>\ntentang Narkotika dan pasal 3, 4 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang<br \/>\nPencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.Putus Mata Rantai Peredaran Gelap NarkotikaBNN menyadari bahwa uang adalah kekuatan utama dari tindak pidana narkotika yang sesungguhnya.<\/p>\n<p>Oleh karena itu, penulusuran terhadap aliran uang maupun berbagai manifestasi dalam bentuk aset lainnya pada peredaran gelap narkotika, terus dilakukan BNN sebagaimana penelusuran terhadap dua jaringan yang diungkap pada hari ini.<\/p>\n<p>Penyitaan berbagai aset dari pencucian uang tindak pidana narkotika inimerupakan wujud tekad BNN dalam memutus mata rantai jaringan narkotika di Indonesia. Strategi memiskinkan para bandar narkotika yang dilakukan BNN, diharapkan dapat melemahkan jaringan yang berakhir pada putusnya rantai bisnis narkotika<br \/>\ntersebut.<\/p>\n<p>Pengungkapan TPPU ini juga merupakan bentuk penegasan kepada masyarakat,bahwa negara hadir untuk melindungi dan menyelamatkan bangsa dari ancaman kejahatan narkotika. BNN berharap masyarakat juga dapat turut berpartisipasi secaraaktif dalam menjaga diri dan lingkungannya untuk menciptakan lndonesia Bersinar, Indonesia bersih dari narkoba.<\/p>\n<p>Ditempat yang sama, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si. mengatakan, upaya penyelidikan Tindak Pidana Pencucian Uang ini bertujuan untuk memiskinkan para pelaku.<\/p>\n<p>Dia mengungkapkan pengungkapan kasus tersebut berupa Bermula dari temuan barang bukti narkotika yang melibatkan narapidana berinisial NH dan MM, penyidik Direktorat TPPU BNN kemudian melakukan analisa, penyelidikan, dan pemeriksaan terhadap barang bukti tersebut.<\/p>\n<p>&#8220;Berdasarkan hasil penelusuran terhadap transaksi keuangan yang dikuasai narapidana berinisial NH dan MM, penyidik BNN bekerjasama dengan PPATK mendapatkan adanya aliran dana transaksi narkotika dari rekening NH dan MM ke rekening pihak ketiga yang dikuasai oleh tersangka AS alias YD. AS alias YD diketahui merupakan seorang residivis kasus narkotika dengan hukuman pidana 11 tahun pada tahun 2011,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<p>Terpidana narkotika NH dalam rentang waktu tahun 2014 \u2013 2019 diketahui mentransfer uang hasil peredaran gelap narkotika.Sementara terpidana narkotika MM dalam rentan waktu tahun 2014 \u2013 2016 telah mentransfer uang hasil peredaran gelap narkotika. (Rinjani)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; VENEWS.ID &#8211; Badan Narkotika Nasional membongkar kasus pencucian uang dari dua jaringan narkotika dengan total aset senilai Rp. 64.055.001.829,26. Pengungkapan ini merupakan bentuk keseriusan BNN dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika dengan memiskinkan para bandar.BNN mengamankan empat orang tersangka dalam pengungkapan TPPU dari dua jaringan ini. Tiga tersangka berasal dari jaringan Malaysia \u2013 [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5435,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[32],"tags":[],"class_list":["post-5434","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kriminal"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5434","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5434"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5434\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5436,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5434\/revisions\/5436"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5435"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5434"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5434"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5434"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}