{"id":5380,"date":"2024-10-07T17:03:50","date_gmt":"2024-10-07T10:03:50","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=5380"},"modified":"2024-10-07T17:03:50","modified_gmt":"2024-10-07T10:03:50","slug":"kembangkan-wisata-sungai-musi-rdps-bakal-bangun-dermaga-khusus-perahu-getek","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2024\/10\/07\/kembangkan-wisata-sungai-musi-rdps-bakal-bangun-dermaga-khusus-perahu-getek\/","title":{"rendered":"Kembangkan Wisata Sungai Musi, RDPS Bakal Bangun Dermaga Khusus Perahu Getek"},"content":{"rendered":"<p><strong>RDPS Bantu Serang Getek Miliki SIM dan Sertifikat Kelayakan Perahu Motor<\/strong><\/p>\n<p><strong>VENEWS.ID<\/strong> &#8211; Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang dari nomor urut 2, Ratu Dewa-Prima Salam (RDPS), akan menginvetarisir para serang getek agar dapat mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau Surat Kecakapan Kapal (SKK).<\/p>\n<p>Hal itu disampaikan Ratu Dewa saat berdialog dan deklarasi dukungan sejumlah serang yang tergabung dalam Paguyuban Getek Kota Palembang di Dermaga Kampung Kapitan, Senin, 7 Oktober 2024.<\/p>\n<p>&#8220;Ada beberapa program yang pro rakyat kami sampaikan, tapi yang bersentuhan langsung dengan mereka (serang) yaitu kami akan berikan sertifikat kelayakan getek di Sungai Musi maupun di danau,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain sertifikat kelayakan getek, Ratu Dewa, menyebut juga telah menginvetarisir sekitar 240 anggota Paguyuban Getek Kota Palembang sehingga dapat memiliki SIM.<\/p>\n<p>&#8220;Kami akan upayakan untuk SIM ini, karena butuh regulasi dari tingkat Pemerintah Kota maupun Kementerian. Termasuk juga ibu-ibunya akan diberdayakan menjadi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM),&#8221; jelasnya.<\/p>\n<p>Menurutnya, serang getek ini termasuk dalam pekerja rentan. Maka dari itu, mereka juga akan didaftarkan agar mendapatkan perlindungan sosial, berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJamsostek.<\/p>\n<p>&#8220;Jaminan sosial itu memang sudah masuk dalam kategori program Palembang Peduli. Jadi tidak hanya serang getek, tetapi juga sopir angkot, pedagang kaki lima, dan pekerja rentan lainnya,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Ratu Dewa menambahkan, RDPS juga berencana akan menata kembali pinggiran Sungai Musi dan membuatkan sebuah dermaga khusus untuk perahu getek.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi nanti lebih tertata dan rapi dan dapat memudahkan wisatawan yang berkunjung ke Palembang untuk berwisata di Sungai Musi,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Ketua Paguyupan Getek Palembang, Jailani, mengatakan hampir seluruh serang getek sekarang saat ini tidak memiliki SIM atau SKK. Hal itu karena para serang sulit untuk mengurusnya.<\/p>\n<p>&#8220;Dulu ada semua SIM-nya, tapi suratnya mati. Terlebih ada peralihan untuk kepengurusan dari sebelumnya di Dinas Perhubungan Kota Palembang kini harus melalui Kementerian,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Kepemilikan SIM untuk serang getek ini sama halnya dengan pengendara kendaraan di darat. Dengan demikian pekerjaan sebagai serang lebih terjamin dan legal.<\/p>\n<p>&#8220;Misalnya kalau kami tidak ada SIM kalau ada kecelakaan siapa yang mau mengurusinya. Berbeda kalau punya SIM semuanya jelas termasuk asuransinya,&#8221; lanjutnya.<\/p>\n<p>Jailani menambahkan, para serang getek juga meminta kepada RDPS agar dapat dibuatkan dermaga khusus yang tentunya akan berdampak positif untuk pendapatan para serang.<\/p>\n<p>&#8220;Jadi kalau ada wisatawan yang datang ingin keliling Sungai Musi lebih mudah tinggal datang ke dermaga saja. Ini juga bermanfaat untuk serang getek,&#8221; katanya.(ril)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>RDPS Bantu Serang Getek Miliki SIM dan Sertifikat Kelayakan Perahu Motor VENEWS.ID &#8211; Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Palembang dari nomor urut 2, Ratu Dewa-Prima Salam (RDPS), akan menginvetarisir para serang getek agar dapat mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM) atau Surat Kecakapan Kapal (SKK). Hal itu disampaikan Ratu Dewa saat berdialog dan deklarasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":5381,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-5380","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5380","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5380"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5380\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":5382,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5380\/revisions\/5382"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5381"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5380"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5380"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5380"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}