{"id":3236,"date":"2024-05-30T11:44:37","date_gmt":"2024-05-30T04:44:37","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=3236"},"modified":"2024-05-30T11:44:37","modified_gmt":"2024-05-30T04:44:37","slug":"banjir-bandang-di-baturaja-distribusi-air-tirta-musi-keruh","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2024\/05\/30\/banjir-bandang-di-baturaja-distribusi-air-tirta-musi-keruh\/","title":{"rendered":"Banjir bandang di Baturaja, distribusi air Tirta Musi keruh"},"content":{"rendered":"<p><strong>VENEWS.ID<\/strong> &#8211; Perusahaan \u00a0Umum Daerah (Perumda) \u00a0Tirta Musi Palembang saat ini masih mengoptimalkan distribusi air bersih dikawasan Seberang Ulu (SU).<\/p>\n<p>Pengurangan produksi air bersih disesuaikan dengan Standar tingkat kekeruhan (turbidity) Sungai Musi yang menjadi bahan baku \u00a0Tirta Musi Palembang sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 dengan normal 50 sampai dengan 70 NTU.<\/p>\n<p>Direktur Operasional (Dirop) Perumda Tirta Musi Palembang Cik Mit mengatakan, dengan adanya peningkatan kekeruhan air (Turbidity) yang disebabkan meluapnya \u00a0Sungai Ogan yang melanda Kabupaten Ogan Komerinf Ulu (OKU) Batu Raja belum lama ini sangat berpengaruh kepada Intake Ogan pada Minggu (26\/5\/2023) yang mana tingkat kekeruhan air memcapai 980 NTU.<\/p>\n<p>\u201cSehingga adanya keputihan (keruh) pada distribusi air bersih pelayanan Instalansi Pengelolaan Air (IPA) Ogan,\u201d katanya, Rabu (30\/5\/2023).<\/p>\n<p>Pelanggan yang terdampak akibat faktor alam yang melanda daerah hulu aliran air Sungai Ogan \u00a0yang sebagai air baku Perumda Tirta Musi ini, kata Cik Mit \u00a0mempengaruhi tingkat kejernihan distribusi air bersih bagi pelanggan kawasan Seberang Ulu (SU) meliputi pelanggan, Kecamatan SU 1, Kertapati, Seberang Ulu 2, Plaju dan Jakabaring.<\/p>\n<p>\u201c Sekarang sudah berangsur normal tingkat kekeruhan air dari Sungai Ogan turun 250 NTU,\u201d ungkapnya.<\/p>\n<p>Jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan turbidity pada tahun 2023 lalu, yang melanda Kabupaten Lahat yang hal yang serupa menyebabkan sungai meluap.<\/p>\n<p>\u201cGanguan tingkat kekeruhan ini hanya melanda kawasan SU, karena air bakunya bersumber Sungai Ogan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Dikatakan, Cik Mit mengatakan, biasanya turbidity 150-200 NTU, itu pun jika turun hujan.<\/p>\n<p>\u201cKarena tingkat kekeruhan ini fluktuatif maka pengurangan debit air juga fleksibel,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Melihat kondisi turbidity saat ini, maka PDAM Tirta Musi mengurangi produksi air bersih Instalasi Pengolahan Air (IPA) Ogan.<\/p>\n<p>\u201cProduksi di IPA Ogan yang memiliki kapasitas 1280 liter per detik (Ipd) \u00a0mengalami pengurangan 130 Ipd menjadi 1150 Ipd, namun saat ini sudah berangsur normal maka kapasitas produksi sudah ditingkatkan lagi,\u201d kata Cik Mit.<\/p>\n<p>\u201cDampak dari air baku sangat keruh ini memang berdampak ke pelanggan, di mana air tidak sejernih yang sebelumnya tapi tetap layak dikonsumsi,\u201d kata Cik Mit lagi.<\/p>\n<p>Dengan kondisi tersebut, manajemen PDAM Tirta Musi memohon maaf apabila terjadi gangguan pendistribusian air ke wilayah pelayanan IPA yang kapasitasnya berkurang dan kualitas air bersih yang sedikit menurun, namun terus diupayakan tetap memenuhi standar regulasi Permenkes Nomor 492 Tahun 2023.<\/p>\n<p>\u201cKita tidak bisa memprediksi faktor alam,\u201d tegasnya.(why)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>VENEWS.ID &#8211; Perusahaan \u00a0Umum Daerah (Perumda) \u00a0Tirta Musi Palembang saat ini masih mengoptimalkan distribusi air bersih dikawasan Seberang Ulu (SU). Pengurangan produksi air bersih disesuaikan dengan Standar tingkat kekeruhan (turbidity) Sungai Musi yang menjadi bahan baku \u00a0Tirta Musi Palembang sesuai dengan Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 dengan normal 50 sampai dengan 70 NTU. Direktur Operasional [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":3237,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-3236","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-palembang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3238,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3236\/revisions\/3238"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/3237"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}