{"id":2865,"date":"2024-05-12T20:01:00","date_gmt":"2024-05-12T13:01:00","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=2865"},"modified":"2024-05-12T20:01:00","modified_gmt":"2024-05-12T13:01:00","slug":"pj-gubernur-sumsel-agus-fatoni-launching-kopi-sumsel","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2024\/05\/12\/pj-gubernur-sumsel-agus-fatoni-launching-kopi-sumsel\/","title":{"rendered":"Pj Gubernur Sumsel Agus Fatoni Launching Kopi Sumsel"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>VENEWS.ID<\/strong>. Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni secara resmi melaunching \u2018Kopi Sumsel\u2019. Launching tersebut ditandai dengan meminum kopi bersama serta pelepasan balon ke udara di Sungai Sekanak Lambidaro, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (12\/5\/2024).<\/p>\n<p>&#8220;Sumsel kaya dengan banyak sumber daya alamnya dan salah satunya Sumsel memiliki komoditi andalan, yakni kopi yang menjadikan kita sebagai daerah penghasil terbesar di Indonesia. Sengaja hari ini kita luncurkan brand \u2018Kopi Sumsel\u2019 yang menjadI rangkaian HUT Sumsel,&#8221; ucap Fatoni.<\/p>\n<p>Berdasarkan databoks tahun 2022, Provinsi Sumsel dinobatkan sebagai daerah penghasil kopi terbesar se-Indonesia dan tercatat memproduksi kopi mencapai 212,4 ribu ton atau 26,72% dari total produksi kopi nasional. Oleh karena itu, Fatoni mengajak berbagai pihak untuk mendukung langkah Pemerintah Daerah yang telah melaunching brand \u2018Kopi Sumsel\u2019 sehingga lebih dikenal masyarakat luas.<\/p>\n<p>\u201cKita ingin Sumsel menjadi tuan rumah untuk \u2018Kopi Sumsel\u2019 itu sendiri. Kita ingin \u2018Kopi Sumsel\u2019 ini dicintai, dinikmati oleh para pecinta kopi dari penjuru daerah di Indonesia maupun mancanegara,\u201d kata Fatoni.<\/p>\n<p>Sebagaimana diketahui, Provinsi Sumsel merupakan salah satu sentra produksi kopi nasional dengan area seluas 250.305 hektar pada tahun 2020 yang tersebar di Kabupaten OKU Selatan, Empat Lawang, Muara Enim, Lahat dan Kota Pagar Alam dan sejumlah kabupaten lainnya di wilayah Sumsel.<\/p>\n<p>&#8220;Potensi yang besar ini harus kita manfaatkan dan dikembangkan dengan baik, tentu untuk ini kita tidak bisa berbuat sendiri. Kita\u00a0perlu semua pihak ikut andil dan terlibat membuat kopi asal Sumsel ini dengan kualitas yang baik sehingga dicintai oleh masyarakat hingga dunia. Kita bangga Sumsel bisa menjadi penghasil kopi terbesar dan dengan kualitas yang sangat baik,&#8221; ujar Fatoni.<\/p>\n<p>Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel tentunya tak main-main dalam mendorong \u2018Kopi Sumsel\u2019 semakin berkembang di masa mendatang. Fatoni mengatakan kedepannya pihaknya akan menerbitkan Peraturan Kepala Daerah (Perkada) dan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur mengenai \u2018Kopi Sumsel\u2019.<\/p>\n<p>&#8220;Kita akan terbitkan peraturan kepala daerah tentang Kopi Sumsel. Selanjutnya, diharapkan ada Perda tentang \u2018Kopi Sumsel\u2019, dimana kita akan dukung perkembangannya agar produksinya lebih baik lagi dan bisa menjadi komoditi andalan di Indonesia&#8221; kata Fatoni.<\/p>\n<p>Selain itu, guna mengenalkan \u2018Kopi Sumsel\u2019 di mancanegara pihaknya tengah gencar melakukan promosi dengan membuka stand pada pameran di Korea Selatan. Hal ini bertujuan agar masyarakat Korea Selatan dapat menikmati cita rasa asli \u2018Kopi Sumsel\u2019.<\/p>\n<p>&#8220;Kopi Sumsel ini sangat kaya dan di Korea Selatan saat ini ada pameran kopi kita, Kopi Sumsel ikut dalam pameran itu dan di sana sangat diminati.\u00a0Alhamdulillah mereka yang ada di sana menyukai dan satu hari itu bisa 1000 gelas di Asia menjadi pasar kita,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Selain itu, untuk\u00a0meningkatkan\u00a0kualitas dan popularitas \u2018Kopi Sumsel\u2019 di kalangan pecinta kopi, pihaknya akan mendatangkan para ahli Kopi dari berbagai daerah datang ke Sumsel guna memberikan bimbingan dan arahan terkait produksi kopi.<\/p>\n<p>&#8220;Dari sisi kualitas juga akan kita tingkatkan dan Pemprov Sumsel akan mendukung dan memantau ini mulai dari pemberian bibit dan pupuk yang cukup, kita akan kawal bimbing, kita arahkan dan kita juga akan datangkan para ahli ke Sumsel agar kopi kita bisa dikenal,&#8221; ucap Fatoni.<\/p>\n<p>Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sumsel Affandi Udji\u00a0menyebut launching \u2018Kopi Sumsel\u2019 ini sebagai bentuk dukungan bagi para pengusaha kopi di wilayah Sumsel. Sebagaimana diketahui, \u2018Kopi Sumsel\u2019 dapat terwujud berkat bantuan banyak pihak, di antaranya oleh KADIN Sumsel, Bank Sumsel Babel, Bank Mandiri dan lainnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kita ketahui Sumsel memproduksi kopi terbanyak di Indonesia, harga kopi saat ini 55 ribu per kilogramnya. Untuk itu, kami berkomitmen membantu pertumbuhan ekonomi di Sumsel ini baik melalui pengembangan produk lokal di Sumsel yakni salah satunya kopi,&#8221; kata Affandi.<\/p>\n<p>Turut hadir dalam kesempatan tersebut, di antaranya Pj Ketua TP PKK\u00a0 Sumsel Tyas Fatoni, Ketua DPRD Sumsel Anita Noeringhati, Dirut Bank Sumsel Babel Syamsuddin, Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid dan Kepala OPD yang berkesempatan hadir.(ril)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; VENEWS.ID. Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Agus Fatoni secara resmi melaunching \u2018Kopi Sumsel\u2019. Launching tersebut ditandai dengan meminum kopi bersama serta pelepasan balon ke udara di Sungai Sekanak Lambidaro, Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (12\/5\/2024). &#8220;Sumsel kaya dengan banyak sumber daya alamnya dan salah satunya Sumsel memiliki komoditi andalan, yakni kopi yang menjadikan kita [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2866,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[],"class_list":["post-2865","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-palembang"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2865","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2865"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2865\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2867,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2865\/revisions\/2867"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2866"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2865"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2865"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2865"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}