{"id":18617,"date":"2026-10-16T12:57:01","date_gmt":"2026-10-16T05:57:01","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=18617"},"modified":"2026-10-16T12:57:01","modified_gmt":"2026-10-16T05:57:01","slug":"kapolda-sumsel-janji-evaluasi-menyeluruh-usai-aksi-pers-tuntutan-copot-dirintelkam-belum-berakhir","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2026\/10\/16\/kapolda-sumsel-janji-evaluasi-menyeluruh-usai-aksi-pers-tuntutan-copot-dirintelkam-belum-berakhir\/","title":{"rendered":"Kapolda Sumsel Janji Evaluasi Menyeluruh Usai Aksi Pers, Tuntutan Copot Dirintelkam Belum Berakhir"},"content":{"rendered":"<p><strong>VENEWS<\/strong>\u2013 Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh atas bentrokan di depan Mapolda Sumsel yang berujung pada kekerasan terhadap jurnalis dan mahasiswa. Janji itu disampaikan langsung di hadapan lebih dari 200 peserta aksi solidaritas pers di gerbang Mapolda Sumsel, Kamis (15\/10\/2026).<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dari aksi yang digelar Koalisi Pers Sumsel untuk menuntut pengusutan tuntas kekerasan terhadap jurnalis, pengungkapan aktor intelektual, serta pertanggungjawaban atas pengamanan yang gagal mencegah bentrokan.<\/p>\n<p>Sekitar pukul 14.50 WIB, setelah massa berorasi selama lebih dari satu jam, Rony datang menemui peserta aksi dengan didampingi Dirbinmas dan Dansatbrimobda Sumsel. Kapolda kemudian duduk bersama para pimpinan organisasi media dan organisasi jurnalis di gerbang Mapolda.<\/p>\n<p>Di hadapan massa, Rony menyampaikan bahwa seluruh korban telah mendapatkan perawatan di RS Bhayangkara Palembang. Ia juga mengungkapkan perkembangan penanganan perkara, termasuk satu orang yang telah diamankan dan dua orang lainnya yang terbaru menyerahkan diri.<\/p>\n<p>\u201cBerdasarkan instruksi Kapolri dan apa yang kami lakukan, semua korban diberikan perawatan terbaik di RS Bhayangkara. Satu orang pelaku sudah diamankan. Terbaru, dua orang sudah menyerahkan diri,\u201d kata Rony.<\/p>\n<p>Namun, perhatian Koalisi Pers Sumsel tidak hanya tertuju pada jumlah orang yang diamankan. Massa menuntut agar kepolisian mengungkap seluruh rangkaian kejadian, mengidentifikasi semua pihak yang terlibat, serta menelusuri kemungkinan adanya aktor intelektual di balik bentrokan.<\/p>\n<p>Tuntutan tersebut juga mencakup evaluasi terhadap fungsi intelijen dan pengamanan aksi massa, terutama terkait antisipasi potensi konflik ketika dua kelompok berada di kawasan yang sama.<\/p>\n<p>Menanggapi persoalan itu, Rony menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk terkait tuntutan pencopotan Direktur Intelkam Polda Sumsel. \u201cTerkait pencopotan Dirintel dan semua kejadian bentrok, kami akan melakukan evaluasi menyeluruh. Kejadian ini tidak boleh terulang lagi. Kita akan lawan premanisme,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Pernyataan tersebut menjadi komitmen yang kini ditunggu realisasinya. Evaluasi menyeluruh perlu menghasilkan penjelasan mengenai bagaimana bentrokan dapat terjadi di depan markas kepolisian, langkah antisipasi apa yang telah dilakukan, serta apakah terdapat kekurangan prosedur atau koordinasi yang harus dipertanggungjawabkan.<\/p>\n<p>Bagi Koalisi Pers Sumsel, evaluasi tidak boleh berhenti sebagai pernyataan normatif. Hasilnya harus menjelaskan tanggung jawab setiap fungsi yang terkait dengan pengamanan, termasuk apakah terdapat dasar yang cukup untuk menjatuhkan konsekuensi jabatan kepada pejabat yang dinilai bertanggung jawab.(ril)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>VENEWS\u2013 Kapolda Sumsel Irjen Pol Rony Samtana menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh atas bentrokan di depan Mapolda Sumsel yang berujung pada kekerasan terhadap jurnalis dan mahasiswa. Janji itu disampaikan langsung di hadapan lebih dari 200 peserta aksi solidaritas pers di gerbang Mapolda Sumsel, Kamis (15\/10\/2026). Pernyataan tersebut menjadi salah satu poin penting dari aksi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":18618,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[74],"tags":[5553,5554],"class_list":["post-18617","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-peristiwa","tag-kapolda-sumsel-janji-evaluasi-menyeluruh-usai-aksi-pers","tag-tuntutan-copot-dirintelkam-belum-berakhir"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18617","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=18617"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18617\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":18619,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/18617\/revisions\/18619"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/18618"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=18617"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=18617"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=18617"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}