{"id":16864,"date":"2026-05-15T18:24:26","date_gmt":"2026-05-15T11:24:26","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=16864"},"modified":"2026-05-15T18:24:26","modified_gmt":"2026-05-15T11:24:26","slug":"batching-plant-simpang-raja-antara-beton-debu-dan-ancaman-keselamatan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2026\/05\/15\/batching-plant-simpang-raja-antara-beton-debu-dan-ancaman-keselamatan\/","title":{"rendered":"Batching Plant Simpang Raja,.Antara Beton, Debu, dan Ancaman Keselamatan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>VENEWS<\/strong> \u2013 Riak keresahan warga kembali menyeruak dari jantung Kecamatan Talang Ubi. Keberadaan batching plant milik PT Adipati Raden Sinun di Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya, menjadi sorotan tajam masyarakat. Alih-alih menghadirkan pembangunan, aktivitas pengecoran jalan Simpang Raja\u2013Simpang Benakat Timur justru menimbulkan deretan masalah lingkungan dan ancaman keselamatan pengendara.<\/p>\n<p>Keluhan warga bukan sekadar bisikan. Debu yang beterbangan, suara mesin yang menderu, hingga material batu kerikil berserakan di pintu keluar masuk kendaraan proyek menjadi bukti nyata. Siaran langsung akun Facebook Hendra Nadi beberapa jam lalu memperlihatkan kondisi tersebut, memantik viralitas dan memancing komentar pedas warganet.<\/p>\n<p>\u201cStop ke bae, lagian tak ada izin lingkungan. Inilah kalau proyek punya dekengan,\u201d tulis akun Mamat Bodok, menegaskan keresahan publik.<\/p>\n<p>Gelombang protes tak hanya berhenti di lapangan. Dunia maya menjadi panggung baru bagi warga PALI. Akun Idris Benmes meminta agar kegiatan dihentikan sementara, sementara aktivis LSM Lidik, Dedi Handayani, mendesak Dishub dan Dinas Lingkungan Hidup turun tangan.<\/p>\n<p>Komentar-komentar itu menggambarkan satu hal: masyarakat menuntut penutupan batching plant demi keselamatan bersama.<\/p>\n<p>Pemerintah setempat tak tinggal diam. Lurah Handayani Mulya sudah mendatangi lokasi, sementara Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI melakukan inspeksi mendadak. Hasilnya mencengangkan: batching plant tersebut belum memiliki izin lingkungan resmi.<\/p>\n<p>Ultimatum pun dilayangkan. Jika dalam dua minggu PT Adipati Raden Sinun tak mengurus dokumen lingkungan, aktivitas batching plant terancam ditutup.<\/p>\n<p>Proyek cor beton yang dibiayai dana patungan sejumlah perusahaan, termasuk kontribusi besar dari PT MHP, kini diselimuti kontroversi. Mutu beton yang seharusnya K350 diduga tak sesuai standar, bahkan ditemukan keropos dan ketebalan pengerasan yang tidak mencapai 10 cm.<\/p>\n<p>Alih-alih menjadi simbol pembangunan, proyek ini justru menimbulkan pertanyaan besar tentang kualitas dan komitmen perusahaan terhadap keselamatan publik.<\/p>\n<p>Perwakilan PT Adipati Raden Sinun sempat berkilah bahwa kapasitas batching plant hanya 18 mobil per hari dengan dua armada pengangkut, sehingga dampak lingkungan dianggap minim. Namun fakta di lapangan berkata lain: debu, bising, dan kerikil tetap menghantui warga.(ril smsi pali)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; VENEWS \u2013 Riak keresahan warga kembali menyeruak dari jantung Kecamatan Talang Ubi. Keberadaan batching plant milik PT Adipati Raden Sinun di Simpang Raja, Kelurahan Handayani Mulya, menjadi sorotan tajam masyarakat. Alih-alih menghadirkan pembangunan, aktivitas pengecoran jalan Simpang Raja\u2013Simpang Benakat Timur justru menimbulkan deretan masalah lingkungan dan ancaman keselamatan pengendara. Keluhan warga bukan sekadar bisikan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16865,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[83],"tags":[4724,4723,4726,4725],"class_list":["post-16864","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-pali","tag-antara-beton","tag-batching-plant-simpang-raja","tag-dan-ancaman-keselamatan","tag-debu"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16864","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16864"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16864\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16866,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16864\/revisions\/16866"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16865"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16864"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16864"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16864"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}