{"id":16626,"date":"2026-04-27T12:20:34","date_gmt":"2026-04-27T05:20:34","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=16626"},"modified":"2026-04-27T12:20:34","modified_gmt":"2026-04-27T05:20:34","slug":"sekda-palembang-renja-2027-harus-berorientasi-hasil-bukan-serapan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2026\/04\/27\/sekda-palembang-renja-2027-harus-berorientasi-hasil-bukan-serapan\/","title":{"rendered":"Sekda Palembang: Renja 2027 Harus Berorientasi Hasil, Bukan Serapan"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>VENEWS<\/strong> Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa penyusunan Rancangan Akhir Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Tahun 2027 harus berorientasi pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata pada tingkat penyerapan anggaran.<\/p>\n<p>Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Paparan Renja PD Kota Palembang yang digelar selama dua hari dan diikuti seluruh perangkat daerah, Senin (27\/4\/2026).<\/p>\n<p>Pada hari pertama, masing-masing kepala OPD memaparkan rencana program dan kegiatan yang akan dijalankan.<\/p>\n<p>Menurut Aprizal, forum ini merupakan tahapan strategis dalam memastikan arah pembangunan daerah tetap selaras dengan dinamika fiskal yang saat ini menghadapi tekanan, baik dari sisi global maupun nasional.<\/p>\n<p>\u201cKondisi keuangan saat ini tidak dalam situasi normal. Dampaknya, transfer ke daerah mengalami penyesuaian. Ini menuntut kita untuk lebih cermat menetapkan prioritas pembangunan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menekankan bahwa setiap program yang dirancang harus memiliki justifikasi yang kuat, berbasis kebutuhan riil masyarakat, serta mampu memberikan output dan outcome yang terukur.<\/p>\n<p>\u201cSetiap rupiah anggaran harus menghasilkan manfaat yang jelas. Jangan sampai program berjalan, tetapi dampaknya tidak terasa,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Selain itu, Aprizal juga menyoroti pola penyerapan anggaran yang selama ini masih belum ideal, dengan kecenderungan menumpuk pada triwulan ketiga hingga akhir tahun anggaran.<\/p>\n<p>Kondisi ini dinilai berisiko terhadap kualitas pelaksanaan program.<\/p>\n<p>\u201cKe depan, pola ini harus diubah. Penyerapan harus mulai agresif sejak triwulan pertama dan kedua, agar pelaksanaan program lebih terkendali dan hasilnya optimal,\u201d kata Aprizal.<\/p>\n<p>Dalam aspek tata kelola, Aprizal mengingatkan pentingnya disiplin perencanaan dan penganggaran guna menjaga stabilitas perputaran keuangan daerah.<\/p>\n<p>Ia juga menegaskan perlunya menghindari duplikasi program antar perangkat daerah yang berpotensi menimbulkan inefisiensi.<\/p>\n<p>\u201cTidak boleh ada lagi program yang tumpang tindih. Kolaborasi lintas OPD harus diperkuat, dengan perencanaan yang terintegrasi dan berbasis tupoksi masing-masing,\u201d ujar Aprizal.<\/p>\n<p>Lebih jauh, Aprizal menekankan bahwa dokumen Renja bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan instrumen strategis pembangunan yang menentukan kualitas belanja daerah.<\/p>\n<p>Ia pun menggarisbawahi empat prinsip utama dalam penyusunan Renja 2027, yaitu: berbasis kebutuhan masyarakat, memperkuat sinergi lintas sektor, berorientasi pada hasil (result-oriented), serta menjunjung tinggi efisiensi dan akuntabilitas anggaran.<\/p>\n<p>\u201cPerencanaan yang baik akan melahirkan pelaksanaan yang tepat. Karena itu, kualitas Renja harus benar-benar dijaga,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Melalui forum ini, Aprizal berharap seluruh perangkat daerah dapat menyempurnakan dokumen Renja menjadi lebih realistis, adaptif, dan implementatif, sehingga mampu menjawab tantangan pembangunan ke depan.<\/p>\n<p>\u201cDengan komitmen, integritas, dan kolaborasi, kita optimistis visi Palembang Berdaya dan Sejahtera yang berkelanjutan dapat diwujudkan secara nyata,\u201d pungkasnya. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; VENEWS Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, menegaskan bahwa penyusunan Rancangan Akhir Rencana Kerja Perangkat Daerah (Renja PD) Tahun 2027 harus berorientasi pada hasil nyata yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata pada tingkat penyerapan anggaran. Penegasan tersebut disampaikan saat membuka Paparan Renja PD Kota Palembang yang digelar selama dua hari dan diikuti seluruh perangkat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":16627,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[15],"tags":[4608,4607],"class_list":["post-16626","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-palembang","tag-bukan-serapan","tag-sekda-palembang-renja-2027-harus-berorientasi-hasil"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16626","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=16626"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16626\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":16628,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/16626\/revisions\/16628"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/16627"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=16626"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=16626"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=16626"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}