{"id":10476,"date":"2025-08-24T13:58:03","date_gmt":"2025-08-24T06:58:03","guid":{"rendered":"https:\/\/venews.id\/?p=10476"},"modified":"2026-03-05T11:23:51","modified_gmt":"2026-03-05T04:23:51","slug":"herman-deru-jejak-penjual-kopi-cermin-ketangguhan-dan-loyalitas-sosok-chairul-s-matdiah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/venews.id\/index.php\/2025\/08\/24\/herman-deru-jejak-penjual-kopi-cermin-ketangguhan-dan-loyalitas-sosok-chairul-s-matdiah\/","title":{"rendered":"Herman Deru: Jejak Penjual Kopi Cermin Ketangguhan dan Loyalitas Sosok Chairul S. Matdiah"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>VENEWS<\/strong> \u2013 Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru mengapresiasi tinggi peluncuran buku Jejak Penjual Kopi karya Ferly Marison yang mengisahkan perjalanan hidup Chairul S. Matdiah. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (23\/8\/2025) malam dengan dihadiri berbagai kalangan.<\/p>\n<p>Dalam sambutannya, Herman Deru mengenang awal perkenalannya dengan Chairul yang berawal dari urusan asmara dan berkembang menjadi persahabatan erat. Ia menyebut Chairul sebagai pribadi yang konsisten, adaptif, dan tahan banting.<\/p>\n<p>\u201cDalam gejolak politik, ekonomi, dan sosial, ia tetap menjaga hubungan baik dengan semua orang. Nilai ini yang membuatnya istimewa,\u201d kata Deru.<\/p>\n<p>Buku Jejak Penjual Kopi bukan hanya sekedar biografi, tetapi catatan penuh pelajaran hidup. Buku ini menggambarkan perjalanan Chairul dari warung kopi ke kursi DPRD Sumsel selama tiga periode. Kisah ini memuat pesan penting tentang kerja keras, kesetiaan, dan keberanian menghadapi badai kehidupan.<\/p>\n<p>Menurut Gubernur, kisah ini relevan untuk generasi muda yang kerap mencari jalan pintas. \u201cKesuksesan tidak lahir dari keberuntungan, tetapi dari proses yang panjang dan konsistensi,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Sementara itu, Chairul dalam testimoninya mengungkapkan rasa syukur dan haru. Ia menegaskan bahwa buku ini adalah warisan kecil agar anak muda memahami bahwa perjuangan adalah bagian tak terpisahkan dari hidup.<\/p>\n<p>\u201cSaya percaya bahwa kebaikan tidak pernah sia-sia. Semua luka dan tawa saya jadikan pelajaran berharga. Dzikir dan sedekah bukan hanya amalan, terapi obat jiwa yang menyelamatkan saya,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Dalam buku tersebut, pembaca juga diajak menyelami pengalaman Chairul menghadapi sakit berat, tekanan politik, dan berbagai rintangan. Meski begitu, ia selalu mampu bangkit dengan kekuatan doa dan keyakinan.<\/p>\n<p>Herman Deru menutup sambutannya dengan doa agar Chairul selalu sehat. Ia berharap buku ini menjadi motivasi nyata bagi pembacanya untuk setia pada nilai kebaikan dan pantang menyerah.<\/p>\n<p>Peluncuran buku ini mendapat antusiasme tinggi dari para undangan. Selain menjadi momentum literasi, acara ini juga mengukuhkan pentingnya menulis kisah inspiratif sebagai sarana membangun semangat kebersamaan.<\/p>\n<p>Dengan hadirnya buku ini, Sumsel menegaskan komitmennya mendukung karya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga membangun karakter dan nilai-nilai positif di tengah masyarakat.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; VENEWS \u2013 Gubernur Sumsel Dr. H. Herman Deru mengapresiasi tinggi peluncuran buku Jejak Penjual Kopi karya Ferly Marison yang mengisahkan perjalanan hidup Chairul S. Matdiah. Acara berlangsung di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Sabtu (23\/8\/2025) malam dengan dihadiri berbagai kalangan. Dalam sambutannya, Herman Deru mengenang awal perkenalannya dengan Chairul yang berawal dari urusan asmara dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":10479,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[82],"tags":[],"class_list":["post-10476","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-politik"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10476","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10476"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10476\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":14693,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10476\/revisions\/14693"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10479"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10476"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10476"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/venews.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10476"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}